Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Mar 2020 14:19 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Akan Pungut Biaya Berobat Turis Terkait Corona

Syanti Mustika
detikTravel
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah.
Ilustrasi wabah Corona di Korsel Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun
Singapura -

Singapura akan membebankan biaya pengobatan untuk turis yang kena Corona. Hal ini diterapkan setelah ada kasus pasien positif Corona yang tertular dari Indonesia.

Dilansir detikcom dari Reuters, Rabu (11/3/2020) terhitung pada tanggal 7 Maret lalu, Singapura akan membebankan biaya pengobatan setelah dua orang Indonesia yang memiliki gejala virus Corona tiba di Singapura.

Kedua orang ini pernah melapor telah mendapatkan gejala Corona sejak di Indonesia. Salah seorang dari mereka juga dilaporkan pernah mendapatkan pengobatan Corona di sebuah rumah sakit di Jakarta Pusat.

Kasus lainnya ada juga warga Singapura datang ke Indonesia mengunjungi saudarinya yang pneumonia. Kementerian Kesehatan Singapura pun tidak mengatakan dengan spesifikasi tentang pembayaran ini apakah terkait kasus baru atau kasus tertentu.

"Mengingat meningkatnya jumlah infeksi COVID-19 secara global dan peningkatan kasus yang terjadi di Singapura, kami perlu memprioritaskan sumber daya rumah sakit umum kami," katanya.

Bagi orang asing yang memegang izin kunjungan jangka pendek di Singapura dan mencari pengobatan untuk COVID-19 perlu membayar. Namun untuk tes virus tetaplah gratis.

Adapun biaya perawatan infeksi pernafasan parah di RS Singapura sekitar USD 4.300-5.800 ( Rp 61,7 juta- Rp 83,2 juta). Harga ini berdasarkan situs Departemen Kesehatan.

Saat ini Singapura telah mengonfirmasi adanya 33 kasus kelompok imported case setelah melakukan perjalanan di luar negeri. Adapun detailnya 23 dari kasus perjalanan ke China, 3 dari Indonesia, selebihnya dari Italia, Inggris, Prancis dan Jerman.



Simak Video "Pemerintah Enggan Buka Riwayat Plesiran Pasien Positif Corona, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA