Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Mar 2020 05:45 WIB

TRAVEL NEWS

Waduh, Turis Ini Gagal Terbang Gara-Gara Stempel Alay di Paspornya

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Wisatawan Machu Picchu
Hati-hati dengan stem[el shouvenir di paspor jika tak ingin gagal terbang. (Tina Sibley)
Madrid -

Wisatawan Inggris gagal terbang ke Thailand karena stempel perangko baru di beberapa tempat wisata. Karena hal ini, dia juga menghabiskan uang hingga Rp 18 juta!

Seperti dilansir dari Sun Travel, wanita bernama Tina Sibley, berencana untuk terbang ke Phuket di Thailand untuk menghadiri pernikahan. Tetapi, ketika sampai di Bandara Madrid dan menaiki pesawat Qatar Airways, dia dihentikan.

Staf keamanan mengatakan, bahwa ada masalah dengan paspor Inggris yang dimiliki Tina. Pada halaman paspor Tina, ada beberapa stempel suvenir dari tempat-tempat wisata.

Stampel paspor baru memang tersedia di beberapa tempat wisata, seperti Checkpoint Charlie di Berlin, kota Ciudad Mitad del Mundo di Ekuador, Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima di Jepang, desa dengan nama Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch yang menjadi tempat dengan nama terpanjang di Britania dan beberapa tempat lainnya.

Tempat-tempat ini akan memberikan stempel pada paspor wisatawan, sebagai tanda bahwa mereka telah mengunjungi tempat wisata tersebut. Tina memiliki stempel suvenir dari reruntuhan kuno Machu Picchu dan Taman Nasional Vinicunca.

Dia tak mengira bahwa stempel yang tertera di paspornya justru membuat perjalanannya menuju Thailand terhambat. Tina pun mencurahkan kekesalannya lewat akun facebook miliknya.



"Jangan menempelkan stempel turis ini di paspor Anda!," tulis Tina

"Saya baru saja ditolak naik pesawat ke Thailand karena ini. Saya patah hati. Paspor Anda bisa jadi tidak valid dan imigrasi semakin ketat," tambah Tina.

Awalnya, Tina mengira staf bercanda saat dia tidak dibolehkan naik pesawat karena stempel suvenir di paspornya. Tina pun menyerah dan akhirnya dia check in di sebuah hotel.

Tetapi anehnya, ketika Tina menuju Kedutaan Besar Inggris di Madrid untuk mendapat paspor pengganti, justru mereka mengatakan tidak ada masalah dengan paspor Tina.

"Kedutaan mendengar penderitaan saya dan mengatakan itu adalah sampah. Paspor saya valid, karena itu mereka tidak bisa mengeluarkan (paspor) pengganti," kata Tina.

Setelah Tina kembali lagi di Bandara Madrid, untuk yang kedua kali, Tina gagal terbang. Tina tidak berhasil meyakinkan staf Qatar Airways untuk mengizinkannya terbang.

Saat Tina bertanya pada maskapai Emirates pun, Tina tidak dapat berangkat. Beberapa jam kemudian, Tina akhirnya kembali ke Kedutaan Inggris dan mendapat bantuan.

"Mereka berbicara kepada saya melalui proses pengajuan dokumentasi darurat. kemudian memberi saya nomor untuk dihubungi," ujarnya.

Tina tinggal di sebuah hotel semalam dan akhirnya mendapat paspor darurat keesokan paginya dan akhirnya bisa memesan penerbangan ke Thailand. Sayangnya Qatar Airways memberikan biaya tambahan sebesar € 600 atau sekitar Rp 9.742.000.

Secara total, Tina mengatakan, penundaan keberangkatannya menghabiskan biaya sekitar £ 1.000 atau sekitar Rp 18.700.000.

"Itu adalah pelajaran yang menegangkan dan mahal. Orang perlu menyadari masalah potensial ini dengan stempel paspor yang menyenangkan," kata Tina.

Pemerintah Australia hanya mengakui stempel oleh perwakilan resmi pemerintah asing. Sedangkan departemen luar negeri dan perdagangan mengatakan perubahan atau perusakan paspor dapat menghentikan orang bepergian.



Simak Video "Permintaan Paspor di Kantor Imigrasi Parepare Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA