Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Mar 2020 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Sudah Dilarang, Warga Washington Nekat Saksikan Sakura Mekar

Putu Intan
detikTravel
Potret Antusiasme Warga Washington Saksikan Sakura Mekar di Tengah Corona
Foto: Jackquelyn Martin/AP
Washington -

Selain Jepang, momen mekarnya bunga sakura juga dinikmati warga Washington, Amerika Serikat meskipun kini tengah terjadi pandemi Corona.

Warga Washington sendiri sebenarnya telah dilarang oleh otoritas setempat untuk datang ke taman bunga sakura. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menghindari munculnya kerumunan orang yang dapat berpotensi menularkan Corona.

Pejabat setempat bahkan meluncurkan gerakan #StayHomeCherryBlossomsChallange agar kunjungan ke taman-taman menjadi rendah. Walikota Washington, Muriel Bowser juga berharap agar baik warganya maupun pendatang untuk tinggal di rumah saja meskipun cuaca cerah. Selain itu, ada pula aturan agar orang-orang saling menjaga jarak sekitar 6 kaki atau sekitar hampir 2 meter agar virus ini tak menulari lebih banyak orang.

Dilansir dari Associated Press, Jumat (27/3/2020), Departemen Kepolisian Metropolitan telah menutup belasan jalan, jembatan, dan lalu lintas guna membatasi kerumunan orang di Jefferson Memorial dan Tidal Basin. Sistem kereta Metro juga menutup stasiun-stasiun yang dekat dengan kawasan Tidal Basin untuk mengurangi gerombolan orang berdatangan ke taman sakura itu.

Meski Dilarang, Warga Washington Antusias Saksikan Sakura MekarWarga Washington yang menikmati pemandangan sakura mekar (Foto: Jackquelyn Martin/AP)

Namun sejumlah orang tetap saja datang untuk memandangi bunga sakura yang mekar. Masa puncak bunga sakura mekar ini adalah pada hari Jumat (21/3) dan akan bertahan selama 10 hari.

Kendati orang-orang tetap berdatangan ke taman, mereka berkumpul dalam kelompok kecil yang terdiri atas tiga atau empat orang. Mereka tidak datang bergerombol dalam kelompok besar.

Sementara itu orang-orang juga tampak menjaga diri mereka dari terpaan virus, seperti salah seorang remaja berusia 17 tahun yang menggunakan pakaian hazmat berwarna kuning, lengkap dengan masker gas, sepatu boots dan sarung tangan.

Remaja yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan. "Saya tak khawatir karena saya masih muda."

"Saya menggunakan (hazmat) untuk berjaga-jaga jika saya kontak dengan orang yang lebih tua, saya tak akan menulari mereka," ia menjelaskan.

Meski Dilarang, Warga Washington Antusias Saksikan Sakura MekarRemaja menggunakan hazmat kuning (Foto: Jackquelyn Martin/AP)

Di sisi lain ada juga pengunjung Asia bernama Milla Tang dan Aaron Chen yang datang melihat bunga sakura sambil mengenakan masker.

"Saya dengar orang bilang, mengenakan masker itu lucu,"kata Tang.

"Itu membuat saya sedih, masker bukanlah barang becandaan, itu (masker) akan membuat orang-orang tetap aman. Kami ingin diperlakukan sama seperti orang lain, bukan seperti orang Asia yang berbahaya," lanjutnya.

Meski Dilarang, Warga Washington Antusias Saksikan Sakura MekarPengunjung datang mengenakan masker (Foto: Jackquelyn Martin/AP)

Bagi kebanyakan orang terutama yang usianya masih muda, virus Corona hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang seperti demam dan batuk. Sementara bagi orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan masalah kesehatan, virus ini dapat menyebabkan penyakit yang diderita mereka menjadi makin parah, termasuk menimbulkan pneumonia.

Menurut WHO, orang yang sakit ringan dapat sembuh dalam waktu sekitar 2 minggu sedangkan yang sakit parah membutuhkan waktu 3-6 minggu untuk pulih. Amerika kini menjadi negara dengan kasus positif Corona terbanyak di dunia. Total ada 85.505 kasus, melebihi China 81.782 orang.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA