Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Apr 2020 23:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Backpacker Lolos dari Predator Seksual Saat Lockdown

woman raised her hand for dissuade, campaign stop violence against women. Asian woman raised her hand for dissuade with copy space, black and white color
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual (iStock)

Melarikan Diri

Hannah sudah merasa tidak nyaman saat pertama kali tiba di rumah si pria ini. Rumah dia memang cukup besar dan nyaman. Pria ini juga memiliki koleksi banyak gitar di ruang tamu rumahnya.

"Mungkin saya naif, tapi saya tidak punya pilihan lagi," kata Hannah.

Di rumah tersebut, Hannah diminta untuk minum-minum dulu, sementara dia menelepon seorang teman yang akan membeli mobil Hannah. Sembari menunggu pembeli mobil, dia dijamu dengan bergelas-gelas cider.

"Dia berusaha membuatku mabuk dan aku dibuat sangat stres olehnya," imbuhnya.


Sesaat kemudian, pria ini pun berusaha untuk menindih Hannah, menciumnya, dan membawa gadis belia tersebut ke kamarnya. Beruntung Hannah berhasil melarikan diri dan menghubungi temannya. Oleh si teman, Hannah disarankan untuk ke kantor polisi terdekat.

"Saya terlalu banyak minum alkohol untuk menyetir mobil. Saya sedang berada di antah berantah. Saya merasa tak berdaya," jelasnya.


Selagi kabur, Hannah masih dikirimi pesan oleh si pria tadi. Pesan itu berbunyi: 'Kamu membuatku sedih. Itu bukan cara yang baik untuk bilang sampai jumpa. Kamu sungguh kejam'.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA