Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Mei 2020 06:17 WIB

TRAVEL NEWS

Cegah Festival Musim Semi, Taman di Kota Ini Diguyur Kotoran Ayam

Femi Diah
detikTravel
Swedia diketahui tak menerapkan lockdown meski negara itu kini tengah berjibaku hadapi Corona. Dilaporkan ada 3.500 kasus positif Corona di negara tersebut.
Ilustrasi Swedia (AP Photo)
Jakarta -

Sebuah kota di Swedia berencana untuk menyebarkan 907 kg kotoran ayam untuk menghalangi festival Walpurgis Night di tengah pandemi virus Corona. Bau kotoran ayam diharapkan bisa mencegah orang berkerumun.

Festival Walpurgis Night sebagai perayaan musim semi dan penyihir biasanya diramaikan oleh puluhan orang di Lund. Acara itu biasanya dihelat 30 April hingga 1 Mei dini hari waktu setempat dengan pesta kembang api.

"Lund menjadi pusat penyebaran virus corona pada akhir April, saya rasa iu inisiasi yang bagus," ujar ketua komite lingkungan dewan lokal, Gustav Lundblad, mengatakan kepada surat kabar Sydsvenskan dan dikutip Fox News.

Lund, seperti kota-kota di Swedia lainnya, memang tidak menerapkan lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Tapi, pemerintah Swedia membatasi perjalanan ke luar negeri bagi warganya. Selain itu, kota-kota di Swedia memberlakukan social distancing. Makanya, acara-acara tahunan ditiadakan.

Selain itu, penyebaran kotoran ayam di taman dinilai memiliki manfaat ganda. Yakni, sekaligus menyuburkan rumput di taman itu.

"Kami mendapat kesempatan untuk menyuburkan rumput, dan pada saat yang sama akan berbau busuk. Makanya menjadi tidak menyenangkan duduk dan minum bir di taman," kata Lundblad.

Hanya saja, dia juga menyadari efek negatif dari kebijakan itu. Dia khawatir potensi penyebaran aroma kurang sedap hingga ke area lain di kota tersebut.

"Saya bukan ahli pupuk, tetapi seperti yang saya pahami, jelas bahwa baunya juga akan ke luar taman," kata Lundblad

"Lagipula ini adalah kotoran ayam. Saya tidak dapat menjamin bahwa seluruh kota tidak akan berbau. Tapi, intinya adalah mengusir orang dari taman kota," dia menambahkan.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA