Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Mei 2020 17:45 WIB

TRAVEL NEWS

Dua Sisi Corona untuk Hewan: Kembali ke Habitat atau Diburu

Bonauli
detikTravel
Afrika Selatan Lockdown, Singa-singa Tidur Pulas di Jalanan
Singa yang tiduran di jalanan Afrika Foto: Richard Sowry/Kruger National Park
Jakarta -

Wabah pandemi Corona membawa dampak yang berbeda untuk para hewan di dunia. Banyak berita yang menayangkan kembalinya mereka ke kota, tapi mereka juga diburu.

Guna mencegah penyebaran wabah pandemi Corona, banyak negara yang lockdown. Warga diminta untuk tetap di rumah dan tidak melakukan aktivitas apa pun di luar rumah kecuali mendesak.

Akibat kebijakan ini, kota-kota di dunia mulai senyap. Karena ini juga, banyak hewan-hewan liar yang turun gunung dan berkeliaran di kota.

Giliran Jakal yang Turun Gunung, Jalan-jalan di Kota Tel AvivGiliran Jakal yang Turun Gunung, Jalan-jalan di Kota Tel Aviv Foto: Oded Bality/AP


Contohnya saja kawanan monyet yang mencari makan di jalanan India, ada pula singa-singa yang tidur di jalanan Afrika. Kemudian di Kota Tel Aviv di Israel pun kedatangan jakal.

Tak hanya di darat, penghuni lautan juga ikutan. Seperti yang kita ketahui, Thailand belakangan sangat digemari oleh turis yang haus vitamin sea.

Karena banyaknya aktivitas di pantai, hewan-hewan laut pun mulai berkurang. Namun, nampaknya pandemi Corona membawa hikmah bagi mereka.

Hewan-hewan langka seperti penyu belimbing, dugong dan paus pembunuh mulai kembali ke perairan Thailand. Hewan-hewan ini memang dikenal sangat sensitif dengan kehadiran manusia.


Dugong muncul di ThailandDugong muncul di Thailand Foto: (Thailand (Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation/AP)


Dengan kembalinya mereka ke habitat, menandakan alam kembali sehat. Tapi tak semua hewan benar-benar bahagia. Seperti yang dirasakan oleh badak-badak di Afrika Selatan. Hewan-hewan eksotis ini memang sudah sering jadi bahan buruan.

Di Rhino Conservation Botswana, Afrika selatan, terjadi perburuan badak. Menurut pihak pengelola hal tersebut terjadi karena tak ada turis di area taman nasional.

Sepinya turis juga berdampak pada penjagaan dari pihak berwenang. Merasa tak ada yang memantau, para pemburu justru bergerak bebas untuk melakukan aktivitas legal ini.



Sejak lockdown, sudah ada 6 badak yang telah diburu. Tak cuma badak, di negara lain di Afrika, gajah dan singa pun ikut diburu.

Geram dengan hal ini, Pemerintah Botswana pun menghukum 5 orang pemburu badak yang tertangkap. Mereka langsung ditembak mati oleh anggota militer Botswana dalam dua insiden terpisah.

Selama 10 tahun terakhir, sudah ada 9.000 badak yang diburu di Afrika. Karena pandemi Corona, taman konservasi yang harusnya semakin nyaman justru makin berbahaya karena mudah disusupi oleh pemburu.

Tak hanya memberikan kebahagiaan bagi hewan-hewan liar, ternyata ada juga hewan yang disiksa karena perburuan di tengah wabah virus Corona.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA