Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Mei 2020 04:09 WIB

TRAVEL NEWS

Setop Adzan, Masjid Ini Alihkan Fungsi Speaker untuk Lawan Corona

Femi Diah
detikTravel
Masjid Jama yang berada di kawasan India, terkenal sebagai masjid terbesar di negara itu. Masjid yang biasanya ramai pengunjung itu kini sepi imbas wabah Corona
Ilustrasi masjid India. (AP Photo/Manish Swarup)
Gokhale Nagar -

Masjid-masjid di Gokhale Nagar, India tak mengumandangkan adzan sejak lockdown diterapkan. Tapi, masjid itu berperan aktif menjadi penyampai pesan soal COVID-19.

Masjid-masjid diminta untuk menghentikan adzan dengan pelantang suara untuk sementara selama penguncian wilayah di India agar tak mengundang orang untuk datang. Imam masjid menyetujuinya.

Termasuk satu masjid di Gokhale Nagar ini. Tapi, pengurus masjid tak mau tinggal diam untuk turut memerangi virus Corona. Masjid itu mengampanyekan norma sosial baru yang dialamatkan kepada warga.

Muadzin, orang yang mengumandangkan adzan, berganti tugas untuk mengumumkannya tiga kali sehari tentang bahayanya virus dan langkah keselamatan agar diadopsi oleh pendengar. Masjid yang berada di Jalan Senapati Bapat itu juga membuka pintu kepada aktivis sosial, pemimpin politik, pesohor, dan polisi untuk menggunakan sistem itu dalam menyampaikan pesan kepada warga setempat.

Salah satu anggota komite pengelola masjid yang disebut Janwadi Jama Masjid merespons perubahan kebiasaan baru dengan tak ada adzan lima kali sehari saat pandemi virus Corona.

"Puasa di bulan Ramadhan dan salat, untuk adzan kami harus menjauhkan speaker. Ketimbang adzan tiga kali sehari, ulama kami, Maulana Muushtaq, mengajak semua orang untuk melaksanakan semua protokol agar kami aman dari pandemi virus Corona," kata Rashid Usman Shaikh, juru bicara masjid seperti dikutip IndiaTimes.

"Saat ini pemerintah daerah dan pekerja sosial bekerja sama untuk melayani warga. Itu berupa pelayanan untuk menangani sesegera mungkin semua gejala dan tanda-tanda virus. Pelayanan itu, saya rasa, tak lebih buruk dari salat dan adzan," dia menambahkan.

Senada, Maulana Mushtaq pun tak ingin fasilitas yang dimiliki masjid itu tak memiliki manfaat apapun di saat pandemi virus Corona. Dia bersyukur pemimpin wilayah dan kepolisian turut menggunakannya.

"Sudah 40 hari, selama lockdown, tidak ada adzan dengan pelantang suara makanya saya pikir kami bisa menggunakan media itu untuk pelayanan lain di jalan Allah," ujar Maulana.

Gokhale Nagar termasuk zona merah virus Corona, dengan beberapa orang tewas terinfeksi. Masjid tak bisa berdiam diri.

"ini kontribusi kecil dari komunitas untuk menunjukkan kami berjalan bersama negara ini. Masjid-masjid lain juga menunjukkan perannya dengan cara yang berbeda," ujar Anjum Inamdar, presiden Mulniwasi Muslim Manch.



Simak Video "LDR sama Keluarga, Bikin Hampers Sendiri Yuk! "
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA