Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Mei 2020 15:15 WIB

TRAVEL NEWS

Miris! Sarang Burung Laut di Pulau Tak Berpenghuni Penuh Sampah Plastik

Femi Diah
detikTravel
Gulls gather on the shore of Race Point Beach April 15, 2019 near Provincetown, Massachusetts. - The beach is a popular spot for whale lovers to spend time trying to get a glimpse of the North Atlantic right whale. (Photo by Don Emmert / AFP)
Foto: AFP/DON EMMERT
Edinburgh -

Lagi, sampah plastik mengganggu satwa liar. Kali ini, potongan plastik ditemukan pada lebih dari 80 persen sarang spesies burung laut di pulau tak berpenghuni di lepas pantai Skotlandia.

Angka itu ditemukan dari survei di Lady Isle di Firth of Clyde. Dari hasil survei itu terungkap plastik di sarang burung shag (Phalacrocorax aristotelis), yang berkembang biak di sekitar pantai berbatu.

Seperti halnya shag, 35,6 persen dari sarang burung camar herring dan 53,5 persen dari sarang camar besar terdapat sampah plastik. Begitu pula dengan sarang dua camar lain.

Totalnya, hampir 40 persen sarang yang disurvei di Lady Isle berisi plastik. Jumlah sarang berplastik itu bervariasi pada masing-masing spesies.

Plastik dalam sarang telah diidentifikasi dan hasilnya sebagian besar berasal dari limbah konsumen seperti botol dan kemasan makanan yang dibuang di area yang terbangun. sampah-sampah plastik itu kemudian diangkut ke sarang oleh arus kuat laut, bukan burung tersebut.

"Sampah-sampah itu berakhir di sarang burung laut, bukan karena burung laut secara aktif menjemput sampah plastik itu ke dalam sarang, namun dibawa ke sana secara pasif oleh arus laut," kata Dr Ruedi Nager, seorang ahli ekologi burung laut dan dosen senior di Universitas Glasgow, dan dikutip Daily Mail.

Pada survei yang dilakukan pada Mei 2018, para peneliti memeriksa 1.597 sarang di pulau di lepas pantai Ayrshire. Waktu itu didapatkan 625 sarang berisi plastik.

Plastik di dalam sarang itu beragam, ada yang berupa lembaran, benang, fragmen keras, dan busa sintetis. Warnanya juga beragam, dari transparan hingga merah muda.

Penelitian gabungan yang dikomandoi Universitas Glasgow menunjukkan plastik itu berasal dari area darat yang dekat dengan Ayrshire, termasuk kota-kota Prestwick, Troon, dan Ayr.

Begitu mencapai Lady Isle, plastik-plastik itu masuk ke sarang burung-urung laut. Plastik itu sangat berbahaya karena berpotensi menjerat burung, juga mempengaruhi kualitas struktur sarang, yang dapat merusak telur dan anakan burung.

Perbedaan besar antara proporsi plastik dalam sarang burung shag dan camar herring bisa jadi disebabkan oleh perbedaan perilaku mereka dalam membangun sarang. Burung shag menggunakan kembali sarangnya dari tahun ke tahun makanya plastik semakin menumpuk.

Sementara itu, burung camar membuat sarang baru setiap tahun dari material yang ada ditemukan di sekitar sarang baru itu. Tapi, mereka disebut memakan sampah, namun perlu penelitian lebih lanjut apakan sampah itu ditelan atau tidak.

"Burung laut berinteraksi dengan plastik melalui makanan, keterikatan, dan saat membuat sarang, namun baru diketahui sedikit tentang siapa, apa, dan bagaimana," kata Danni Thompson, peneliti sukarela yang tergabung dalam tim Nager di Lady Isle.



Simak Video "Indonesia Akan Belajar Tangani Sampah dari Swedia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA