Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Mei 2020 14:21 WIB

TRAVEL NEWS

Berkaca Corona, Thailand Akan Tutup Taman Nasional Secara Berkala

Bonauli
detikTravel
lumba-lumba pink hong kong
Ilustrasi lumba-lumba pink (Foto: Dok. BBC Travel)
Bangkok -

Thailand melihat ada sisi positif virus Corona bagi wisata. Satwa liar, yang dulu seolah hilang, kini menampakkan wujudnya.

Sejak penutupan beberapa wilayah di Thailand, ada dampak alam yang begitu terasa. Satwa-satwa liar, khususnya yang di laut kembali ke Thailand.

"Perubahan ini sangat luar biasa, hewan-hewan kembali ke daratan yang dulu penuh dengan manusia," ujar ahli biologi kelautan Dr Thon Thammawongsawatawat seperti dikutip CNN Travel.

Hewan-hewan yang muncul lagi itu bukan hewan biasa, namun satwa langka. Mulai dari penyu belimbing, paus pembunuh, dan lumba-lumba merah muda.

Dugong muncul di ThailandDugong muncul di Thailand Foto: (Thailand (Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation/AP)

"Duyung merah muda terlihat di sekitar Ban Pe di Koh Samet dan penyu hijau bertelur untuk pertama kalinya dalam enam tahun di Koh Samui," dia menjelaskan.

Tak hanya itu, lebih dari 200 tukik berhasil menetas di Banyak Tree Samui Resort. Ada tiga sarang yang menetas antara tanggal 4 dan 24 April.

"Indikator paling penting dari efek positif Corona adalah kembalinya penyu belimbing yang bertelur dalam jumlah tertinggi sejak 8 tahun lalu," kata Thon.

Pejabat Taman Nasional Thailand juga mengatakan bahwa mereka berharap dapat mempertahankan sebagian dari keuntungan akibat pandemi virus Corona itu. Dari sini pula diwacanakan kebijakan baru dengan membatasi kunjungan wisatawan ke taman nasional.

"Departemen telah memutuskan untuk menutup taman nasional baik darat dan laut setiap tahun, antara dua hingga tiga bulan setahun," ujar Sompoch Maneerat, direktur Informasi untuk Departemen Taman Nasional Thailand.

Durasi dan tanggal akan bervariasi tergantung dari sifat masing-masing lokasi. Tujuannya, mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, alasan ini juga mendasari pembukaan pariwisata Thailand yang terbatas. Pemerintah takut jika dibuka secara massal akan menghilangkan hewan dan alam yang kembali pada tempatnya.



Simak Video "MotoGP Thailand Juga Ditunda Gegara Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA