Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Jun 2020 11:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kapan New Normal Diberlakukan? Pariwisata Wajib Perhatikan Hal Berikut

Rosmha Widiyani
detikTravel
Pantai Pangandaran
Foto: (Susi Pudjiastuti/Twitter)/Kapan New Normal Diberlakukan? Pariwisata Wajib Perhatikan Hal Berikut
Jakarta -

Perlahan, industri pariwisata siap-siap memasuki new normal meski masih melawan COVID-19. Berbagai aturan disiapkan untuk mencegah pengunjung, pengelola, dan pihak lain di lokasi wisata terinfeksi virus corona.

Salah satunya aturan new normal di Pantai Pangandaran yang dibuka kembali pada Jumat (5/6/2020). Wisatawan yang masuk pantai harus menunjukkan surat keterangan sehat dan hasil tes rapid non reaktif.

"Biaya tes rapid Rp 300 ribu. Kalau sekeluarga 5 orang berwisata, biayanya sudah Rp 1,5 juta. Memang cukup lumayan mahal. Tapi kami mencoba menyiasati dengan memberikan diskon 30 persen untuk hotel dan 5 persen untuk restoran," kata Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana dikutip dari detikTravel, Kamis (4/6/2020).

Kebijakan tersebut sangat mungkin mempengaruhi jumlah pengunjung, namun harus dilakukan untuk mengantisipasi infeksi virus corona. Kebijakan lain adalah menggeser lokasi check point ke lokasi dengan areal parkir lebih luas untuk mencegah antrian.

Jika Pantai Pangandaran telah siap memasuki new normal, mungkin berbeda dengan tempat wisata lain. Kapan new normal diberlakukan bergantung pada kondisi tiap daerah yang berbeda. Presiden Joko Widodo sempat mengatakan, pandemi COVID-19 akan membuka tren pariwisata di dunia.

Industri pariwisata harus memiliki protokol new normal saat beroperasi kembali. Berikut poin-poin instruksi Presiden Jokowi soal tatanan new normal di sektor pariwisata:

1. Perubahan tren

Kapan new normal diberlakukan mungkin saja terjadi tak lama lagi dalam sektor pariwisata. Dengan pertimbangan tersebut, tren wisata berubah menjadi lebih mengutamakan health, hygiene, safety, dan security.

"Selain itu preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang seperti solo travel tour, wellness tour, termasuk juga di dalamnya virtual tourism serta staycation," kata Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya melakukan inovasi dan perbaikan di sektor pariwisata. Protokol new normal yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan harus siap saat menyambut wisatawan.

2. Jangan tergesa-gesa

Keinginan mengaktifkan kembali sektor pariwisata dan secepatnya menjawab kapan new normal diberlakukan, berisiko menyebabkan pelaku industri tergesa-gesa. Jokowi menekankan perlunya pengecekan kondisi di lapangan sebelum membuka kembali destinasi wisata.

"Mengenai waktunya kapan, ini betul-betul tolong tidak usah tergesa-gesa, tetapi tahapan-tahapannya yang tadi saya sampaikan dilalui dan dikontrol dengan baik," kata Jokowi.

Jokowi meminta jajarannya mengidentifikasi destinasi wisata dengan potensi penularan virus corona kurang dari satu. Dengan berbagai persiapan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka destinasi wisata bisa dibuka secara bertahap.

3. Jangan sampai ada kasus impor COVID-19

Poin lain yang diingatkan Presiden Jokowi adalah risiko kasus impor corona yang sangat besar. Adaya kasus impor corona bisa merusak citra pariwisata Indonesia sehingga harus diantisipasi dengan cepat dan tepat.

"Betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata. Dan perlunya sosialisasi yang masif diikuti uji coba, diikuti simulasi-simulasi, dan perlunya dimulai sekarang ini pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan," kata Jokowi.

Jokowi meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyiapkan program promosi pariwisata dalam negeri yang bebas ancaman virus Corona. Pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus berbenah di segala bidang menghadapi new normal.



Simak Video "WHO Sebut Butuh Waktu Lama untuk Kembali ke Kehidupan Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA