Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Jun 2020 11:01 WIB

TRAVEL NEWS

Habis dari Papua, Rombongan Paus Pembunuh ke Mana Ya?

Bonauli
detikTravel
orca atau paus pembunuh
Ilustrasi orca (Getty Images/iStockphoto/Rasmus-Raahauge)
Jakarta -

Sebuah video rekaman kemunculan orca atau paus pembunuh di Papua viral di medsos. Dari mana sih orca-orca ini dan mau kemana mereka?

Secara tak sengaja, sekelompok penyelam bertemu dengan pod atau kumpulan orca di perairan Kampung Samber, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Kejadian ini baru pertama kali dan terbilang langka.

Oleh karena itu Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Widodo Pranowo, mengatakan bahwa kemungkinan kawanan paus pembunuh atau orca ini hanya mampir.

"Secara umum kondisi suhu air laut di Perairan Biak, sekitaran Samber, sesuai dengan lokasi yang di video twitter, pada 10-21 Juni 2020 adalah berkisar antara 29-30 derajat celsius. Sedangkan kondisi salinitas (kadar garam terlarut) berkisar 33-34 PSU," ujarnya.

Widodo menjelaskan bahwa kondisi tersebut adalah lingkungan kisaran optimum yang disukai oleh orca. Diasumsikan bahwa orca tersebut mungkin sedang bermigrasi. Habitat orca adalah samudera. Di sekitaran Papua, ada perairan Samudera Selatan (Southern Ocean) yang mendekati Antartika atau perairan Australia Tenggara yang bisa diasumsikan sebagai habitat orca.

Pemodelan orca muncuk di biakJalur migrasi orca saat muncul di Biak Foto: (dok KKP/Istimewa)



"Saat ini bulan Juni, habitat orca di Belahan Bumi Selatan (BBS) sedang bersuhu dingin. Jadi mungkin saja orca melakukan migrasi untuk menuju ke habitatnya yang bersuhu hangat atau optimum yang disukainya," jelas Widodo.

Habitat Orca Terdekat dari Indonesia



Berdasarkan teori yang ada, habitat orca terdekat di Bumi Bagian Utara (BBU) adalah di sekitaran laut sebelah timur Jepang. Sehingga mungkin saja orca atau paus pembunuh tersebut sedang dalam perjalanan bermigrasi menuju ke sana dan mampir di perairan Biak yang sedang banyak plankton dan nekton.

Pemodelan orca muncuk di biakPemodelan pertama orca muncu di Biak dengan menggunakan arus. Foto: (dok KKP/Istimewa)



"Pola migrasi orca, kemudian dimodelkan secara skematik menggunakan dua skenario. Skenario pertama menggunakan pola dinamika arus permukaan laut. Skenario kedua menggunakan estimasi probabilitas variabel suhu, salinitas dan kedalaman yang disukai," jelasnya.



Pada skenario pertama, diduga orca dari BBS akan mengikuti arus New Guinea Counter Current (NGCC) menyusuri utara Papua, kemudian melintasi selatan Pulau Biak.

"Dari selatan Pulau Biak, orca diduga mengikuti arus pusaran yang bernama Halmahera Eddy. Lepas dari Halmahera Eddy maka ada dua alternatif rute migrasi. Ada yang sedikit kembali menuju ke arah timur, namun kemudian pada sekitaran 5 derajat LU dan 140 derajat BT, arus berbelok ke Timur-Laut lalu ke Utara menuju ke perairan timur Jepang," ungkapnya.

Kemungkinan lain ialah ketika keluar dari Halmahera Eddy, orca akan menyusur perairan dangkal di timur Mindanau dan Filipina menuju ke perairan timur Jepang.

Pemodelan orca muncuk di biakPemodelan orca muncul di Biak dengan probabilitas. Foto: (dok KKP/Istimewa)



Sementara pada skenario kedua, dugaan rute migrasi orca jadi lebih sederhana dibanding skenario pertama. Model skematik migrasinya digambarkan berdasarkan angka probabilitas dari 0,4 hingga mendekati 1,0.

"Dari kedua skenario model rute migrasi orca, belum bisa diketahui manakah yang benar. Perlu dilakukan riset bersama lintas kepakaran. Yang jelas kejadian ini bisa dibilang langka," tutupnya.



Simak Video "Paus Pembunuh Terlihat di Biak, Susi Pudjiastuti Sampaikan Harapan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA