Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Jun 2020 10:02 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Peninggalan hingga Masa Kejayaannya

Puti Yasmin
detikTravel
Jejak Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Jambi
(Foto: Ady Candra/d'Traveler) Jejak Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Jambi
Jakarta -

Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi kesultanan yang berjaya di Tanah Air. Kerajaan ini berdiri di pulau Sumatera dan termasuk dalam kerajaan Melayu Kuno.

Nama Sriwijaya sendiri diambil dari bahasa Sanskerta, yakni Sri artinya bercahaya dan Wijaya artinya kemenangan. Sehingga arti nama Sriwijaya adalah cahaya kemenangan.

Berikut sejarah kerajaan Sriwijaya dikutip dari buku 'Cerita Kerajaan Nusantara':

1. Jadi Simbol Kebesaran Sumatera

Pada masa kejayaan, Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi simbol kebesaran Sumatera. Sriwijaya merupakan kerajaan maritim dengan cakupan wilayah yang luas. Adapun, Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Cri Yacanaca (Dapunta Hyang Sri Jayanasa). Ia dikenal sebagai pemimpin yang hebat karena bisa memimpin 20.000 tentara dari Minanga Tamwan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu.

2. Masa Kejayaan

Tercatat di tahun 680 M, kerajaan Sriwijaya pernah menaklukan Kerajaan Melayu di bawah kepemimpinan Jayanasa. Pada abad ke-7, dua kerajaan di Sumatera dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian dari imperium Sriwijaya.

Kemudian, di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain, Tarumanegara dan Holing berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Bahkan, wangsa Budha Syailendera di Jawa Tengah di bawah pengaruh kerajaan ini.

3. Masa Kejatuhan

Kerajaan Sriwijaya mulai runtuh karena menghadapi berbagai serangan. Pada tahun 990 M kerajaan ini mendapat berbagai serangan,mulai dari Raja Dharmawangsa dari Jawa, Rajendra Coladewa dari Koromandel di tahun 1025 M, hingga serangan dari Kerajaan Majapahit di tahun 1183.

Serangan dari kerajaan Majapahit lah yang akhirnya membuat Sriwijaya takluk. Setelah jatuh, Kerajaan Sriwijaya ini terlupakan dan diingat melalui peninggalannya, berupa prasasti.



Simak Video "Menyoal Matpel Sejarah dari Wajib ke Pilihan"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA