Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Jun 2020 18:57 WIB

TRAVEL NEWS

Ibnu Jamil-Darius Sinathrya Juga Pernah Trabas di Gunung Sumbing

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ibnu Jamil dan Darius Sinathrya juga Pernah Trabas di Gunung Sumbing
Ibnu Jamil dan Darius Sinathrya trabas di gunung Sumbing (Foto: Ibnu Jamil/Youtube)
Jakarta -

Trabas di Gunung Sumbing menuai polemik. Praktik ini resmi dilarang dan dihentikan Perum Perhutani dari pertengahan tahun 2018.

Namun, ternyata masih banyak crosser yang melanggarnya. Para pesohor tak lepas dari sorotan, dan yang baru terkuak yakni artis Ibnu Jamil dan Darius Sinathrya.

Kedua artis ini merekam perjalanan mereka di Youtube. Dan dilihat di akun Instagram ibnujamilo, perjalanan mereka mendaki Gunung Sumbing selama tiga hari dua malam.

"Yeaahh alhamdulillah ini vlog terbaru gw belom sampe 1.000.000 viewers... Ayo buruan jadilah bagian dari menuju 1juta subscriber JAMILO TV," kata Ibnu.

"Ini video paling gress saat berjuang 3 hari 2 malam menuju puncak gunung Sumbing bersama darius_sinathrya dan kawan2 dari Java Adventure. Selamat menikmati di link bio gw," imbuh dia.

Kegiatan trabas dua artis papan atas ini diunggah ke Youtube juga Instagram pada akhir bulan Mei 2019. Otomatis kegiatan mereka bisa disebut melanggar aturan dari Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS) juga Perum Perhutani.

[Gambas:Instagram]

Menurut informasi Lilik Setiyawan, Koordinator FPGS, biasanya para komunitas trabas yang mendaki Gunung Sumbing tidak melalui jalur pendaki pejalan kaki. Mereka melalui jalur yang bisa dibilang tak terdaftar di Perhutani.

"Jalur yang biasa mereka lalui dan kami terima informasinya ada dua, ada di Desa Glapangsari, Parakan, Temanggung dan di Banyumudal, Sapuran, Wonosobo," jelas Lilik.

"Warga sekitar yang ingin ke puncak kawah gunung Sumbing juga bisa pakai jalur trabas itu," tambah dia.

Untuk diketahui, kegiatan trabas di Gunung Sumbing sudah dilarang dari tahun 2018. Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS) yang mengajukan penolakan kegiatan menggunakan motor trail itu.

Penolakan itu berbuah surat larangan yang dikeluarkan oleh Perhutani dengan nomor /002.7/Kompers/Kdu/Divre Jateng. Perihal surat ini yakni larangan trabas di wilayah gunung Sumbing.

Lalu ada surat kedua yang keluar di Magelang tanggal 5 Juli 2018. Bernomor 768/002.7/Kompers/Kdu/Divre Jateng, isinya lebih luas, yakni perihal larangan trabas di dalam kawasan hutan.

detikcom sudah mencoba menghubungi kedua pesohor ini dan sedang menunggu balasan.



Simak Video "Trabas Gunung Sumbing, Doni Tata Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA