Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 28 Jun 2020 11:31 WIB

TRAVEL NEWS

Ini 2 Fokus Jangka Pendek Kemenparekraf Tahun 2021

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Desa Sasak Sade di Lombok tengah
Ilustrasi pariwisata di desa Sade, Lombok (Foto: Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) menetapkan dua fokus jangka pendek untuk tahun 2021. Itu disusun setelah sektor pariwisata mandek berbulan-bulan karena pandem virus Corona.

Deputi IV Kemenparekraf Bidang Industri dan Investasi, Fadjar Hutomo, memaparkan berbagai kebijakan pemerintah dan dampaknya pada potensi investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lewat seminar nasional Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), seperti dikutip detikTravel dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2020).

Dalam fokus jangka pendek Kemenparekraf 2021 itu akan terkait langsung dan bertanggung jawab pada dua area Prioritas Nasional (PN). Fokus pertamanya adalah pada PN1, yakni memperkuat ketahanan ekonomi berkualitas dan berkeadilan, serta PN3 untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Berbagai langkah mulai dilakukan, seperti reaktivasi pasar wisatawan (domestik & mancanegara), percepatan lima destinasi superprioritas (Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Likupang) dan lima destinasi superprioritas berikutnya (BTS, Wakatobi, Bangka Belitung, Raja Ampat, Morotai).

Selain itu, ada pengembangan wilayah Benoa, penambahan flight seat hingga re-skilling, up-skilling dan standardisasi kualitas destinasi wisata.

Kemenparekraf berharap khusus pada komunitas-komunitas dunia usaha seperti JAPNAS. Pemahamannya pada para pelaku dunia usaha sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan identifikasi dan pelaksanaan program satu data di area dunia usaha.

Ketua Harian JAPNAS, Widiyanto Saputro, menyambut baik langkah Kemenparekraf tersebut. Mereka siap bersinergi bersama, saat ini tercatat sekitar 2000 anggota JAPNAS terhubung langsung pada rata-rata 20 pengusaha lain, baik sebagai mitra, supplier, distributor maupun reseller.

Mayoritas dari ekosistem ini sekarang bersiap menyusun dan menjalankan strategi bisnisnya ke depan dengan sangat berhati-hati. Mereka sangat memperhatikan perubahan-perubahan kebijakan pemerintah, situasi pandemi, dan peta persaingan ke depan.

"Informasi atas beragam kemudahan dari pemerintah yang disampaikan dalam acara ini seperti bantuan pembiayaan legalitas usaha, HKI, modal kerja dan lain-lain saya yakin sangat ditunggu oleh para pelaku usaha, termasuk juga para pengusaha di JAPNAS," kata Widiyanto.

"Di sisi lain, pemerintah masih mengalami kesulitan melakukan identifikasi dan pemetaan menyeluruh. Kita bisa bersinergi dan saling membantu di situ," ujarnya.

Pemerintah pusat tengah mendorong dan melaksanakan delapan agenda besar dalam Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19. Ada pun langkah itu yakni akselerasi investasi, pemulihan industri dan perdagangan, pendalaman sektor keuangan, pemulihan pariwisata, penguatan sistem kesehatan nasional, perluasan program perlindungan sosial, pembangunan Infrastruktur dan pembangunan SDM.



Simak Video "Langkah Kemenparekraf Usai 8 Pegawainya Positif COVID-19 saat Bertugas"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA