Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Jul 2020 05:05 WIB

TRAVEL NEWS

RI Penghasil Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia, Bahayakan Wisata

Rizka Elfira
detikTravel
Sejumlah petugas membersihkan sampah plastik di laut kawasan Tanjung Priok. Hal itu dilakukan untuk sambut Hari Perhubungan Nasional 17 September mendatang.
Sampah plastik di lautan Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia menjadi produsen negara kedua terbesar penghasil sampah plastik ke laut setelah China. Sampah plastik tersebut didominasi oleh plastik yang sulit terurai.

Banyaknya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, menjadi penyebab utama terkontaminasinya lautan yang ada di Indonesia. Itu menjadi masalah yang hendak diselesaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Terhitung pada tanggal 1 Juli lalu, Jakarta mulai melarang penggunaan plastik sekali pakai alias kantong kresek untuk pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat. Itu sebagai upaya untuk mengembalikan kebiasaan masyarakat Jakarta dalam menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

"Kita amati bahkan dengan mudah kita lihat tempat penampungan sementara sampah di seluruh Jakarta ini plastik mendominasi dan ini artinya terakumulasi di Bantar Gebang, dengan semua sampah akan berakhir di sana untuk Jakarta ini di Bantar Gebang," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, saat ditemui di kantornya di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

Komponen sampah yang finis di Bantargebang itu, 14 persen di antaranya adalah sampah plastik.

"Kita dikenal sebagai negara kedua terbesar menghasilkan sampah plastik ke laut sebanyak 1,3 juta ton per tahun. Kita kalah dari Tiongkok yang menghasilkan 3,5 juta ton per tahun sampah plastik ke laut dan ini juga membahayakan ekosistem laut dimakan oleh ikan dan ikannya kembali ke darat dan kita konsumsi membahayakan generasi yang akan datang," ujar Andono.

Selain itu, sampah plastik dapat berdampak pada penurunan tingkat wisatawan yang berkunjung ke lautan yang ada di Indonesia. Sebab, keindahan laut akan rusak karena sampah plastik.



Simak Video "Bulk Store, Toko Grosir yang Ramah Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA