Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 07 Jul 2020 07:10 WIB

TRAVEL NEWS

Bar di Inggris Dibuka, Pemabuk Bikin Resah karena Tak Jaga Jarak

Rizka Elfira
detikTravel
ilustrasi alkohol
Ilustrasi Foto: thinkstock
London -

Kepolisian Inggris memperingatkan bahwa orang mabuk tidak bisa menjaga jarak. Hal itu terbukti akhir pekan lalu ketika bar dibuka kembali di Inggris setelah sebelumnya ditutup akibat virus COVID-19.

Mengutip CNN, bar-bar di Inggris mulai dibuka pada Sabtu (4/7/2020). "Malam sibuk yang sudah kami prediksi dan membenarkan apa yang kami ketahui, alkohol dan jarak sosial bukanlah kombinasi yang bagus," kata Ketua Nasional Kepolisian Federal, John Apther melalui cuitannya di Twitter.

Apter yang bekerja di Kota Southampton di selatan Inggris itu mengatakan ia dan koleganya harus berurusan dengan para pemabuk yang marah, berkelahi dan melakukan perilaku tidak pantas lainnya. "Yang jelas adalah orang yang mabuk tidak akan dan tidak bisa menjaga jarak," katanya.

Diunggah dari Twitter, polisi London mendesak orang-orang untuk tetap bertanggung jawab, tetap menjaga keamanan, dan mengikuti peraturan jaga jarak serta arahan lainnya saat bar dibuka kembali. Namun, dari foto yang diambil pada Sabtu malam di Soho distrik London pusat, diketahui bahwa pemabuk dari pub dan bar terlihat memenuhi jalanan.

Diwartakan CNN, Lima Pub di Nottinghamshire di wilayah East Midlands Inggris, memutuskan untuk tutup lebih cepat karena banyaknya pemabuk yang bikin ulah. Polisi mengatakan, petugas melakukan empat penangkapan setelah adanya laporan pemecahan jendela dan serangan kecil.

Bagaimanapun, Inspektur Craig Berry berterima kasih kepada mayoritas masyarakat yang telah bertanggung jawab selama akhir pekan itu. Polisi Devon dan Cornwall, Inggris Barat Daya, mengatakan mereka mendapatkan lebih dari 1.000 panggilan masuk pada Sabtu dari anggota masyarakat, kebanyakan berhubungan dengan 'gangguan terkait minuman'.

Dan di Essex, Inggris tenggara, petugas kepolisian juga menulis di Twitter bahwa mereka telah melakukan empat penangkapan.

Menteri Kesehatan Inggris mengatakan kepada Sky News bahwa ia senang dengan penanganan kepolisian pada hari Sabtu itu.

"Dari yang saya lihat, meskipun ada beberapa gambar yang bertentangan, sangat banyak orang yang telah bertanggung jawab dan pesan seimbang ini sangat penting. Masyarakat harus menikmati musim panas dengan aman," katanya pada Minggu.

"Kamu telah melihat dari Leicester dan tempat lainnya, kami tidak lalai dalam melakukan tindakan ekstrem bila itu dibutuhkan untuk mengontrol virus. Namun, seluruh rencana selalu melalui pengangkatan dari lockdown untuk mengangkat langkah-langkah nasional, namun, jelas kami akan mengatasi gejolak bila kami melihatnya."

Pembatasan diberlakukan kembali Selasa di Leicester, sebuah kota di East Midlands, setelah lonjakan kasus virus Corona. Ini adalah yang pertama Inggris ditempatkan di bawah lockdown lokal.



Simak Video "Sensasi Makan Sai Ramen, Kuliner Berkonsep Bar yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA