Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Jul 2020 16:24 WIB

TRAVEL NEWS

UNESCO Kecewa Hagia Sophia Jadi Masjid

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Pengadilan Turki menyetujui fungsi bangunan Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid. Umat Islam di Turki dapat melangsungkan salat mulai 24 Juli 2020.
Foto: Hagia Sophia (Getty Images)
Jakarta -

Pemerintah Turki telah meresmikan Hagia Sophia menjadi sebuah masjid pada Jumat (10/7). Namun, hal ini memunculkan respon dari berbagai pihak.

Dikutip dari Yahoo News oleh detikcom, bangunan bersejarah Hagia Sophia, berulang kali beralih fungsi, mulai dari katedral bizantium, masjid, museum hingga akhirnya diresmikan menjadi masjid kembali. Bangunan ini pun dicantumkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sebagai 'Area Bersejarah Istanbul'.

"Prasasti ini memerlukan sejumlah komitmen dan kewajiban hukum," kata juru bicara UNESCO kepada AFP.

UNESCO mengungkapkan bahwa tak ada komunikasi atau pemberitahuan apapun dari pemerintah Turki terkait dengan peresmian Hagia Sophia menjadi sebuah masjid. Dilansir CNN Indonesia, UNESCO memperingatkan bahwa penetapan Hagia Sophia sebagai masjid berisiko merusak sifat universal bangunan tersebut sebagai tempat terbuka bagi semua peradaban, sebagai sebuah museum. Hal ini menjadi salah satu aspek inti dari sebuah situs warisan dunia.

"Kami menyerukan pihak berwenang Turki untuk memulai dialog sebelum keputusan diambil dapat merusak nilai universal situs," ungkap UNESCO, menurut Yahoo News.

Menurut UNESCO, pihaknya pun telah menyampaikan protesnya secara resmi kepada duta besar Turki untuk UNESCO. Keputusan Hagia Sophia menjadi masjid ini didukung oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Hagia Sophia pertama pertama kali dibangun pada tahun 537 M. Pada awalnya, bangunan yang terkenal dengan arsitektur dan kubahnya yang besar itu adalah sebuah gereja. Tapi ketika Sultan Muhammad al Fatih merebut Konstantinopel (Istanbul) dari kekaisaran Bizantium pada 1453, dia mengubahnya menjadi masjid.

Lalu, pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis sekuler memutuskan Hagia Sophia menjadi museum. Sekarang di kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, bangunan bersejarah ini kembali difungsikan menjadi tempat ibadah umat islam.

Presiden menyatakan bahwa masyarakat bisa mulai melakukan ibadah di Hagia Sophia mulai 24 Juli mendatang. Namun, dia pun memastikan bangunan ini tetap terbuka untuk umum.



Simak Video "Pelataran Hagia Sophia Dipenuhi Jemaah Jelang Salat Jumat Perdana"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA