Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Jul 2020 17:51 WIB

TRAVEL NEWS

Tentang Kereta Kuda Raja Belanda Bergambar Perbudakan Itu

Femi Diah
detikTravel
Kereta kuda emas milik Kerajaan Belanda.
Kereta kuda emas milik kerajaan Belandayang diperdebatkan. (Kementerian Pertahanan Belanda/ministerie van Defensie)
Jakarta -

Kereta kuda emas atau Gouden Koets milik Kerajaan Belanda itu menarik perhatian publik kembali. Kereta kuda itu disorot karena bergambar perbudakan yang salah satunya di Indonesia.

Kereta kuda emas itu kembali diperbincangkan setelah Raja Belanda Willem-Alexander membuka peluang untuk tak memakai lagi Gouden Koets. Dia mengutarakannya pada Jumat (17/7/2020).

Rencana itu merupakan respons setelah penggunaan Gouden Koets diprotes oleh warga dunia saat ada gerakan Black Lives Matter (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga) di Amerika Serikat. Termasuk, oleh Warga Negara Indonesia (WNI) hingga muncul petisi agar kereta kuda emas itu tak dipakai lagi.

Petisinya bisa diakses di goudenkoetsinmuseum.petities.nl. Di twit-nya, @petities menyebut petisi itu menuntut kereta legendaris tersebut dimuseumkan, tidak lagi dipakai untuk mengangkut raja ke tempat sambutan di hadapan anggota parlemen tiap bulan September.

Hingga saat ini, petisi yang dibuat oleh Nugah Shrestha itu sudah ditandatangani oleh 7.641 orang. Kereta itu belum dipakai lagi karena masih direstorasi sejak 2015.

Dikutip dari Reuters kereta kuda emas Gouden Koets itu dibuat pada 1898. Nah, yang menjadi perdebatan adalah gambar di satu sisinya yang dihias dengan lukisan yang disebut "Penghargaan untuk Penjajah". Lukisan itu menampilkan gambar orang Asia dan kulit hitam membawa upeti untuk seorang perempuan kulit putih yang duduk di atas kursi takhta mewakili Kerajaan Belanda.

Panel yang sedang menghebohkan jagat media sosial Indonesia adalah panel Hulde der Kolonieen. Di panel itu terdapat gambar seorang pria memakai kain dan blankon sedang bersimpuh di lantai menghadap perempuan kulit putih yang duduk di singgasana. Laki-laki lain yang memakai berkap lengkap dengan keris berdiri di sebelah singgasana itu.

Saat Gouden Koets itu viral beberapa waktu lalu, seorang warganet yang tinggal di Belanda, Lorraine Riva alias @yoven, juga membahas sejarah kereta itu. Dia menyebut kereta itu hadiah dari warga di Amsterdam bagi sang Ratu Wilhelmina yang naik tahta tahun 1898.

Kereta itu disebut dibangun oleh firma Spijker pada tahun 1897 atau setahun sebelum sang Ratu naik tahta. Desain atau panel di kereta tersebut juga dirancang sedemikian rupa untuk menunjukkan kejayaan Belanda kala itu.

"Namanya Gouden Koets (Kereta Kuda Emas) tapi bahan utamanya kayu jati dari Jawa. Ada beberapa ornamennya dibuat dari gading dari Sumatera. Kemudian elemen dari kulit sapi asalnya dari provinsi selatan di Belanda, Zeeland," cuit Lorraine di Twitter.



Simak Video "Penemuan Uang Kuno Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA