Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Jul 2020 16:05 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf: Pegawai Positif Corona di Solo, Kampanye Wisata Jalan Terus

Femi Diah
detikTravel
ilustrasi rapid test, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona, tes masif di Pasar Cileungsi, pedagang pasar cileungsi
Ilustrasi virus Corona (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Jakarta -

Sebanyak 8 pegawai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dinyatakan positif virus Corona saat bertugas ke Solo, Jawa Tengah pada Rabu (15/7/2020). Situasi itu diyakini tak mengganggu kampanye wisata lagi.

Mereka kemudian dirawat di rumah sakit. Kejadian itu berimbas kepada dua hotel berbintang di Surakarta tempat mereka menginap. Hotel itu ditutup selama tujuh hari.

Selain itu, Pemkot Surakarta juga akan melakukan tes swab terhadap para pegawai hotel. Tamu-tamu hotel yang saat itu menginap juga akan dites swab.

"Itu memang fakta bahwa ada delapan orang pegawai Kemenparekraf positif COVID-19. Saat berangkat dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif, dalam artian negatif (COVID-19). Ketika mereka melalui pemeriksaan Bandara Soekarno-Hatta diperoleh lah hasil terbaru dan positif," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema, saat dihubungi detikcom.

"Kami melihatnya sebagai musibah. Bagaimanapun juga kami terus menelusuri, bagaimana mereka terkena di Solo yang zona merah berdasarkan data Gugus Tugas. Apakah memang mereka, pegawai Kemenparekraf, itu mendapatkan virusnya dari Jakarta atau setelah berada di sana," dia menambahkan.

Ari Juliano, kemenparekrafAri Juliano (dok. pribadi)

Ari mengatakan situasi itu tak mempengaruhi agenda Kemenparekraf yang sedang mengampanyekan wisata saat pandemi virus Corona. Dia juga menyatakan tugas delapan pegawai Kemenparekraf yang positif terinfeksi virus Corona telah diambil alih sehingga tak ada ketimpangan tugas di internal kementerian itu.

"Kampanye wisata jalan terus. Pertama, panduan teknis untuk menjalankan protokol kesehatan jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan harus dijalankan,' kata Ari.

"Kedua, Kemenparekraf terus melakukan promosi dan simulasi. Sebab, bagaimanapun juga teman-teman di daerah ada yang sudah siap, sudah masuk zona hijau dan zona kuning yang diizinkan untuk membuka aktivitas ekonomi, termasuk wisata," ujar Ari.



Simak Video "Kemenparekraf Promosikan Aman Berwisata Lewat Indonesia Care"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA