Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jul 2020 09:04 WIB

TRAVEL NEWS

Red Light District Amsterdam Bakal Dipindah?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Red Light District Amsterdam, Belanda
Red Light District Amsterdam (Foto: CNN)
Amsterdam -

Tak ada yang selamat dari hantaman badai virus Corona. Red Light District Amsterdam pun ambyar, dan kini berhembus kabar bahwa kawasan esek-esek ini bakal dipindah.

Cerita ini diawali dari Belanda yang menerapkan lockdown pada pertengahan bulan Maret lalu. Red Light District pun jadi kota hantu dalam semalam.

Pandemi memukul telak 300 wanita tuna susila yang bekerja secara legal. Mereka tak lagi memiliki penghasilan selama empat bulan.

Di pusat sejarah lokalisasi Amsterdam, De Wallen, sangat menggantungkan pendapatan dari wisatawan. Ada satu juta pengunjung tiap bulannya.

Pandemi Corona membuat Red Light District amat kesulitan dan memicu kembali perdebatan tentang masa depannya.

Saat lockdown, para pekerja Red Light District memilih kembali ke negaranya masing-masing, kebanyakan dari Eropa timur. Ada pula sebagian yang bekerja secara ilegal karena mengaku tak punya pilihan.

Para pekerja Red Light District memenuhi syarat untuk mendapat bantuan bulanan dari pemerintah sebesar USD 1.250. Namun, bantuan itu tak mampu menutupi biaya hidup di pusat kota, karena dalam seminggu ada yang berpenghasilan hingga USD 1.300.

Ada pekerja Red Light District yang berhenti karena takut infeksi COVID-19. Pemerintah Belanda mengumumkan pembukaan kawasan prostitusi itu di awal Juli, maju lebih rencana awal di bulan September.

Jika diterapkan sampai September, kata Anita yang menjalankan tur di Pusat Informasi Prostitusi, para pekerja seks komersial akan berpindah dan penyewa gedung akan bangkrut.

Red Light District Amsterdam, BelandaRed Light District Amsterdam, Belanda saat siang (Foto: CNN)

Red Light District kelebihan turis

Pekerja Red Light District kini dihimbau untuk lebih memerhatikan kesehatan dan menjalankan protokol kebersihan. Tamu akan ditanya apakah memiliki gejala COVID-19 dan mereka tak boleh berciuman.

70% pendapatan Amsterdam berasal dari pariwisata. Pekerja Red Light District juga mendapat upah layak dari pekerjaannya itu.

Amsterdam mencoba berdamai dengan pariwisata selama bertahun-tahun. Red Light District menyebabkan kebisingan, buang sampah sembarangan hingga perilaku tak sopan dari para wisatawan.

Saat lockdown, kota ini begitu tenang, dan masyarakat menyerukan perubahan. Lebih dari 30.000 penduduk menandatangani petisi bertajuk 'Amsterdam punya pilihan'.

Warga mendesak pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk di ibu kota tersebut. Mereka ingin adanya pembatasan kunjungan tahunan turis yang menginap hanya semalam menjadi 12 juta, tahun lalu totalnya mencapai 18,8 juta.

Warga tahu bahwa kotanya bergantung pada wisatawan. Tapi, mereka ingin keseimbangan antara penduduk lokal dan wisatawan.

Dewan kota Amsterdam menolak berkomentar. Pekerja seks menolak dijadikan akar masalah, kata mereka tiket pesawat EasyJet yang murah dan para bujangan juga jadi pemicunya karena mereformasi Red Light District tak akan menyelesaikan masalah.

"Turis akan tetap berkunjung. Anda tidak bisa menghentikan pariwisata kecuali Anda memasang tembok di sekitar Amsterdam," kata Anna, salah satu pekerja dari Rumania.

Red Light District Amsterdam, BelandaRed Light District Amsterdam, Belanda (Foto: CNN)

Perombakan besar Red Light District

Sebelum lockdown, Wali Kota Amsterdam Femke Halsema sudah mempertimbangkan perombakan besar-besaran Red Light District. Itu dalam upaya untuk mengurangi perilaku mengganggu dan melindungi pekerja seks agar tak direndahkan.

Pada bulan Mei, dia mengatakan bahwa pandemi Corona membuat tempat tersebut disorot dan ia memikirkan pusat kota di masa depan.

Halsema telah memiliki empat skenario untuk Red Light District. Ia berkata akan adanya kemungkinan mengurangi jumlah rumah bordil hingga memindahkan pekerja seks ke lokasi baru.

Dia juga menyarankan untuk membuka hotel prostitusi di luar pusat kota Amsterdam dan mengatakan bahwa pencarian untuk lokasi baru sedang berjalan.

Dewan akan mengadakan pemungutan suara pada skenario setelah musim panas.

Aturan baru Red Light District telah diumumkan. Pemandu wisata tidak lagi diizinkan untuk berhenti di depan jendela dan wisatawan dilarang mengambil foto para pekerja seks.

Pekerja seks khawatir Red Light District akan ditutup dan mereka akan dipindahkan ke lokasi terpencil di luar pusat kota. Kata mereka, hal itu rentan kriminal karena di lokasi sekarang semua warga secara tidak langsung telah menjadi pelindungnya.

Penghuni Red Light District saat ini juga khawatir tentang dampak pendapatan jika pindah ke tempat lain. Karena mereka sangat bergantung pada turis yang datang.



Simak Video "Petaka untuk Liverpool Jelang Bersua Ajax"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA