Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Jul 2020 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Serba-serbi Livery Pesawat, Mengapa Begitu Penting?

Maskapai AirAsia
Ilustrasi livery atau cat pesawat dari AirAsia (Foto: Masaul/detikTravel)
Jakarta -

Livery, corak, gambar atau cat pesawat sangat diperhitungkan tiap detailnya. Kenapa demikian?

Diberitakan CNN, suatu maskapai adalah merek yang paling dikenal di dunia. Dan, tiada papan reklame yang paling efektif dibanding badan pesawat mereka sendiri.

Sekali waktu, livery pesawat akan menggambarkan asal negaranya. Keduanya menyimbolkan kebanggaan suatu negara dan itulah kenapa dia dianggap sebagai maskapai nasional.

Lalu, masa liberalisasi dunia penerbangan mengubah semuanya. Maskapai swasta muncul dengan ide segar, terlihat dari livery pesawatnya. Warna-warna cerah dan menarik disukai maskapai LCC (low cost carrier).

Mereka sangat kreatif dengan menambahkan gambar hewan lucu, kartun super hero, dan karya artistik. Inilah cara maskapai menarik hati konsumen melalui livery pesawatnya.

Ada fakta menarik mengenai pesawat yang baru keluar dari pabrik. Semua armada ini akan dicat dengan warna sama ketika keluar pertama kali, yakni hijau untuk yang berbahan logam dan krem yang berbagan komposit karena tak perlu bahan penghambat korosi.

Warna hijau dikarenakan adanya lapisan awal, yakni zinc chromate antikorosif. Akan ada beberapa prosedur yang dilalui pesawat hingga mendapatkan skema warna yang pasti.

Setelah maskapai menandatangani desain livery, yang seringnya dirancang oleh agensi eksternal, proses selanjutnya adalah produsen pesawat akan mengimplementasikannya.

Pembuat pesawat terbang seperti Airbus dan Boeing memiliki fasilitas cat sendiri dan tim yang berdedikasi dalam proses ini. Mereka menyediakan proses pengecatan yang diminta sesuai dokumen meliputi jenis cat yang akan digunakan, pola yang akan diterapkan, jumlah sumber daya yang akan dibutuhkan dan sebagainya.

Model 3D virtual yang dihasilkan komputer kemudian dibuat di badan pesawat. Pabrikan akan membuat stensil yang akan ditempelkan ke badan pesawat lalu disemprot cat untuk menghasilkan pola yang diinginkan.

Kolaborasi BMW Group dan Garuda Indonesia kian mantap. Garuda menduetkan pesawat baru mereka Airbus A330-900neo dengan BMW Seri 7 teranyar.Cat baru di Airbus A330-900neo Garuda Indonesia Foto: bmw

Setiap lapisan cat menambah bobot pesawat

Pertama-tama, cat primer bebas krom yang ramah lingkungan yang akan diterapkan. Ini adalah lapisan awal yang akan membantu melekatnya lapisan cat selanjutnya.

Berikutnya adalah lapisan warna latar belakang, seringkali berwarna putih. Tapi tidak selalu warna itu, tergantung pada skema warna akhir.

Di atas lapisan latar belakang inilah pola warna akhir diterapkan dengan bantuan stensil.

Lapisan terakhir cat pesawat adalah lapisan bening yang diaplikasikan setelah semua cat berwarna dan film perekat sudah terpasang. Pernis ini menyegel cat dan memberi perlindungan yang kuat, tahan terhadap erosi aliran udara, segala macam cairan dan efek sinar UV.

Ketebalan lapisan cat ini sangat penting, karena setiap lapisan cat tambahan menambah bobot pesawat. Pesawat yang lebih berat berarti akan mengkonsumsi bahan bakar lebih tinggi.

Tak hanya itu, cat ini menambah umur operasional pesawat. Konsekuensi lainnya akan berdampak signifikan pada sisi ekonomi dan lingkungan.

Ini sebabnya proses pengecatan menjadi fokus dari inovasi teknis. Pabrikan akan menggunakan alat dan teknik penyemprotan volume rendah bertekanan tinggi untuk mengurangi jumlah cat.

Selanjutnya, biaya pengecatan pesawat>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2

BERITA TERKAIT
BACA JUGA