Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 04 Agu 2020 07:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sudah Tua Banget dan Sakit-sakitan. Dua Singa Jalani Eutanasia

Femi Diah
detikTravel
Singa Afrika di Kebun Binatang LA Hubert dan Kalisa
Singa Afrika di Kebun Binatang LA Hubert dan Kalisa (Foto: CNN)
Los Angeles -

Dua sahabat singa Afrika yang menjadi ikon Kebun Binatang Los Angeles menyudahi kebersamaan. Mereka menjalani eutanasia.

Singa-singa itu, Hubert dan Kalisa, menjalani eutanasia atau tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yang sakit berat atau luka parah dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan. Keputusan itu memang berat, namun mau tak mau dilakukan. Kedua singa itu sakit-sakitan karena usia yang memang sudah lanjut.

"Hubert dan Kalisa merupakan ikon di Kebun Binatang LA. Mereka kerap membuat staf dan pengunjung tersentuh dengan persahabatan mereka," kata Denise Verrent, direktur Kebun Binatang LA, seperti dikutip CNN.

'Umur panjang mereka benar-benar merupakan bukti tingkat kepedulian yang diberikan oleh petugas veteriner dan pawang kami untuk hewan-hewan tua kami. Singa-singa ini akan tetap menjadi bagian positif dari sejarah kita, dan mereka akan sangat dirindukan," dia menambahkan.

Hubert dan Kalisa memang sudah tua untuk ukuran singa, sama-sama berumur 21 tahun. Hubert lahir di Kebun Binatang Lincoln Chicago pada 7 Februari 1999. Sementara itu, Kalisa lahir pada 26 Desember 1998 di Kebun Binatang Woodland di Seattle.

Menurut keterangan Kebun Binatang LA seekor singa rata-rata hidup hingga usia 17 tahun.

Hubert dan Kalisa menjadi menghabiskan waktu bersama-sama selama enam tahun di Kebun Binatang LA. Sebelumnya Hubert memiliki sepuluh anak, namun setelah dipasangkan dengan Kalisa, mereka tak menghasilkan keturunan.

Singa Afrika memiliki habitat di padang rumput, arid woodlands, hutan dan padang pasir di selatan Gurun Sahara di Afrika Selatan.

Singa Afrika masuk daftar IUCN Red List sebagai satwa yang rentan karena konflik manusia-satwa liar, penipisan mangsa, perdagangan ilegal bagian tubuh singa untuk obat tradisional, perburuan trofi, dan penyakit.



Simak Video "Bayi Harimau, Pasuruan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA