Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Agu 2020 17:01 WIB

TRAVEL NEWS

Booking.com PHK 4 Ribu Karyawan

Femi Diah
detikTravel
Foto-foto Kantor Booking.com
Ilustrasi Booking.com (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta -

Booking.com merumahkan seperempat tenaga kerjanya atau lebih dari 4.000 orang, di tengah pandemi virus Corona. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan bertahap mulai bulan depan.

Seperti dikutip AP pada Rabu (5/8/2020), Booking Holdings Inc., yang berbasis di Norwalk, Connecticut, itu lesu darah. Sepanjang kuartal pertama tahun 2020, jumlah kamar yang dipesan di Booking.com turun hingga 43 persen, menjadi 124 juta.

Booking Holdings, yang juga memiliki perusahaan reservasi restoran OpenTable dan Priceline.com itu, telah memperingatkan investor situasi pada kuartal kedua bisa lebih buruk lagi.

Booking.com yang bermarkas di Amsterdam itu dan dibangun pada 1996 sebagai situs pemesanan tiket hotel pertama di dunia itu mayoritas karyawannya berada di Eropa. Dalam prosesnya, Booking.com menjadi situs pemesanan hotel terbesar di dunia.Pada 2010, Booking.com mulai melayani traveler lewat mobile, yang kemudian semakin bervariasi Android dan Kindle Fire.

Booking.com tak hanya melayani pemesanan hotel, namun juga apartemen, homestay, vila, dan penginapan unik lainnya. Untuk memudahkan pelanggan, Booking.com memfasilitasi berbagai bahasa. Ada puluhan bahasa yang menjadi pilihan di Booking.com.

Booking.com mempekerjakan 17.500 karyawan dan memiliki lebih dari 200 kantor di seluruh dunia.

Sementara itu, mengutip Hospitality Europe, aktivitas perusahaan sebanyak 60 persen ditentukan oleh pemesanan kamar penginapan online. Mereka bisa bisa mengembalikan pasar lagi, termasuk pasar dominan, Amerika Serikat dan China.

Sebagai gambaran, berdasarkan laporan Administrasi Keamanan Transportasi, lalu lintas traveler yang melewati bandara di AS turun 70 persen ketimbang tahun lalu. Perjalanan bahkan anjlok hingga 95 persen pada pertengahan April.

Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) menyebut terjadi penurunan turis hingga 56 persen pada periode Januari hingga Mei. Itu sekitar 300 juta orang dan hilangnya USD 320 miliar.



Simak Video "Napi di Makassar Curi Mobil Bermodalkan Telepon"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA