Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Agu 2020 17:12 WIB

TRAVEL NEWS

Sempat Ditutup, Pantai Goa Cemara Dibuka Lagi Untuk Wisatawan

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Wisatawan terseret ombak Pantai Goa Cemara, Bantul kembali ditemukan dalam kondisi tewas, Sabtu (8/8/2020).
Pencarian korban di Pantai Goa Cemara Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Yogyakarta -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul kembali membuka Pantai Goa Cemara. Itu setelah korban hanyut yang hilang sejak Kamis (6/8/2020) diketemukan.

"Dengan penemuan semua korban, jam 12 (siang tadi) operasi SAR Gabungan ditutup. Sehingga, dengan sendirinya kawasan Pantai Goa Cemara sudah dibuka kembali," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Sementara itu, Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso menjelaskan bahwa hasil identifikasi oleh Tim DVI Polda DIY keluar pukul 11.45 WIB. Identitas jenazah adalah Ahmad Chairul Fatah (4), warga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.

"Berdasarkan DVI No 24/RS/005, jenazah teridentifikasi sebagai Ahmad Chairul Fatah, (indentifikasi diperoleh) melalui medical dan property jam 11.45 WIB," kata Asnawi melalui keterangan tertulis kepada wartawan hari ini.

Dengan penemuan tersebut, tujuh korban laka laut di Pantai Goa Cemara, Dusun Patihan, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantu, sudah diketemukan. Adapun ketujuh korban adalah Joko Widodo (30), M. Zafir Alfarizi (8), M. Rizky Romadhon (7), Ahmad Chairul Fatah (4), Muhammad Zidan Abdori (8), Ulu Nur Rohmi (28) dan Ahmad Nur Fauzi (30), semuanya warga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.

"Dengan ditemukannya tujuh korban maka dengan ini operasi SAR Gabungan laka laut di Pantai Goa Cemara kami nyatakan ditutup," ujar Asnawi.

Ya, Pantai Goa Cemara terpaksa ditutup sementara bagi wisatawan. Semua itu untuk memudahkan koordinasi Tim SAR Gabungan dalam menemukan korban yang hilang, yakni Ahmad Chairul Fatah (4).

Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul, Yulius Suharta membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penutupan dimulai dari pintu masuk ke Pantai Goa Cemara dan hanya berlaku untuk wisatawan yang datang ke Pantai tersebut.

"Sementara ditutup dan sudah berlaku sejak kemarin (Sabtu 8/8/2020) siang. Supaya penanganan pencarian korban lebih bisa terfokus, karena kebetulan kemarin hari Sabtu dan sekarang hari Minggu biasanya banyak pengunjung yang datang," katanya kepada detikcom, Minggu (9/8/2020) siang.

Sedangkan untuk teknisnya, petugas Satpol PP berjaga di pintu masuk menuju Pantai Goa Cemara. Jika ada wisatawan yang masuk nantinya petugas akan mengarahkan untuk sementara waktu mengunjungi pantai yang lain.

"Jalur masuknya Pantai Goa Cemara kan hanya satu pintu, nah di situ langsung kita tutup dan kasih tulisan 'sementara pantai ditutup'. Di sana (pintu masuk) ada yang jaga dan kalau ada pengunjung yang datang kita beri informasi dan kita arahkan untuk mengunjungi pantai lainnya," ujarnya.

Penutupan tersebut, kata Yulius dilakukan usai pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Alhasil, Dinas Pariwisata menyerahkan upaya penutupan kepada Satpol PP Kabupaten Bantul.

"Karena itu kemarin kita informasikan dengan Dinas Pariwisata (Kabupaten Bantul) apakah dimungkinkan supaya tidak trouble di lapangan dalam penanganan antara tim relawan dengan pengunjung," kata dia.

"Akhirnya dari dinas (pariwisata Bantul) sepakat dan untuk penutupan (Pantai) diserahkan di Satpol PP untuk mengkondisikan tim yang fokus mencari korban," Yulius menambahkan.

Menyoal hingga kapan penutupan Pantai Goa Cemara berlangsung, Yulius menyebut menyesuaikan hasil operasi SAR gabungan. Apabila satu korban berhasil diketemukan hari ini maka Pantai bisa langsung beroperasi kembali.

"Nanti menyesuaikan, ini kan sementara dari 7 korban kan sudah diketemukan 6. Harapannya yang satu (korban terseret ombak di Pantai Goa Cemara hari Kamis (6/8/2020) bisa segera diketemukan," kata dia. "Kalau sudah diketemukan nanti kita lakukan evaluasi lalu penutupan posko terpadu, dan kalau sudah ada penutupan (posko terpadu) kita buka kembali atau kita konfirmasi ke Dinas Pariwisata agar pengelola wisata di pantai bisa beroperasional kembali," Yulius menambahkan.



Simak Video "Rindu Suasana Jepang? Datang Saja ke Kalinampu"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA