Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Agu 2020 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Seoul Punya Halte Pintar Anticorona

Femi Diah
detikTravel
A bus shelter designed to block people with fever amid a spread of the coronavirus, is installed at a bus stop in Seoul, South Korea, Friday, Aug. 14, 2020. The glass panels-covered bus stops at a Seoul district, are equipped with thermal cameras that screen people for fevers and also automatic doors that doesn’t let in any one with high temperatures. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Halte bus anticorona di Seoul (AP Photo/Ahn Young-joon)
Seoul -

Seoul membangun halte-halte baru saat pandemi virus Corona. Tak cuma dirancang untuk melindungi dari terik matahari dan hujan deras, namun juga virus Corona.

Pandemi virus Corona membuat Seoul membangun halte-halte bus baru di sepanjang jalan. Mereka menyebutnya smart shelter atau halte pintar.

Ruangan smart shelter itu berupa bangunan kecil transparan yang dilengkapi dengan pendingin udara dan alat sterilisasi ultraviolet untuk membersihkan dan mendinginkan udara. Dalam halte itu juga ada kamera pengawas dan layar digital untuk memberitahu penumpang kapan bus tiba.

Selain itu, halte tersebut dilengkapi hand sanitiser dan tersedia tempat mengisi daya laptop atau telepon genggam serta Wi-Fi gratis. Sebelum masuk, para penumpang dimonitor untuk mengetahui suhu badannya.

"Tadinya saya kurang nyaman karena harus diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk, tapi ternyata tidak butuh waktu lama," kata Park Sung-yeon, mahasiswa berusia 25 tahun yang tinggal di Seoul, seperti dikutip Reuters, Sabtu (15/8/2020).

"Saya harap kita bisa mempunyai lebih banyak tempat seperti ini sehingga kita bisa menghadapi virus corona," dia menambahkan.

Dari panduan di pintu masuk halte itu, hanya penumpang dengan suhu badan di bawah 37,5 derajat celcius yang boleh masuk. Kamera untuk anak-anak berukuran lebih rendah dipasang di tempat terpisah.

Selain itu, halte tersebut memiliki sumber listrik sehingga penumpang tak perlu khawatir kehabisan daya telepon genggam saat bepergian. Sumber listriknya berasal dari panel solar di atap halte.

Untuk membangun halte pintar itu dibutuhkan biaya cukup tinggi. Yakni, mencapai 100 juta won (Rp 1,2 miliar) per halte.

"Kami juga membagikan situasi terbaru secara langsung dengan kantor polisi dan kantor pemadam kebakaran menggunakan CCTV cerdas, bel peringatan dan sensor noise AI, jadi kita bisa merespons kejadian darurat secara cepat," kata Kim Hwan-gyun, penanggung jawab halte di daerah Seongdong.

Sepuluh halte telah dipasang di distrik Seongdong, Seoul timur. Kolaborasi teknologi mutakhir ini merupakan hasil kolaborasi kantor distrik setempat dengan LG Electronics yang dirilis bulan ini.



Simak Video "Berbekal Kangkung dan Wortel, Bertemu Rusa di Kota Hujan Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT