Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Agu 2020 11:19 WIB

TRAVEL NEWS

Harus Tinggal di Rumah Saat Pandemi, Ini Aktivitas Travel Influencer

Femi Diah
detikTravel
Agustinus Wibowo
Agustinus Wibowo (dok. pribadi)
Jakarta -

Seperti warga dunia lain saat pandemi virus Corona, Agustinus Wibowo yang seorang travel influencer, harus tinggal di rumah. Apa yang dilakukannya?

Agustinus yang biasanya menjelajah banyak negara dan provinsi di Indonesia dipaksa tinggal di rumah saat pandemi virus Corona. Dia bertahan di Jakarta.

"Selama pandemi ini saya hanya di rumah, melakukan introspeksi, buka-buka foto lama," kata pria yang akrab disapa Agus dalam perbincangan dengan detikTravel.

Ya, Agus menjadi memiliki cukup waktu untuk membuka lagi koleksi foto dari berbagai perjalanannya sebelum wabah COVID-19. Foto-foto itu sebagian dibagikannya kepada follower di Instagram.

"Saya menjadi lebih mensyukuri kalau kita bisa melakukan perjalanan itu adalah satu hak istimewa sebuah hak istimewa banget, bagi generasi kita," ujar Agus.

"Sepanjang sejarah manusia hanya kita yang bisa sebebas itu untuk pergi ke mana-mana, kita yang hidup di awal abad 21. Dulu orang mau perjalanan sulit. Hanya ada kapal laut dengan risiko yang amat besar dan butuh waktu lama untuk mencapai tujuan. Bahkan, Ratu Victoria enggak pernah keluar dari Inggris," Agus menambahkan.

Situasi itu kini berulang dengan cara yang berbeda karena wabah virus Corona. Tidak mudah bagi warga dunia untuk melakukan perjalanan setelah banyak negara menutup perbatasan. Bahkan, sempat ada masa sulit untuk meninggalkan kota tempat tinggal.

"Kita sempat 'kan keluar kota harus urus surat. Jadi, semakin terasa traveling itu privilege," ujar Agus.

Tertarik Tur Virtual

Selain itu, Agustinus Wibowo mulai tertarik dengan tur virtual ke destinasi wisata lokal dan dunia. Padahal, Agus tak pernah tertarik dengan tur virtual saat belum ada wabah COVID-19.

"Selama pandemi ini aku mengamati virtual tour. Ini sesuatu yang menarik, padahal dulu aku enggak terlalu antusias karena buat aku pengalaman perjalanan itu cuma bisa didapatkan langsung, bukan lewat layar komputer atau hp yang dua dimensi," kata Agus.

"Ternyata, sekarang virtual tur bisa didapatkan dengan bagus. Aku bisa belajar lebih mendalam dari guide-guide lokal, karena virtual tour melibatkan guide lokal. Itu menjadi satu wadah yang bagus buat mereka yang ingin belajar lebih mendalam," Agus menjelaskan.

"Di sisi lain, itu membantu daerah destinasi wisata yang mati karena enggak ada turis. Bisa donasi, membantu mereka. itu menjadi satu cara untuk bertahan dan bisa membangkitkan kesadaran traveling yang bertanggung jawab, mendidik, bermanfaat, bukan cuma buat penduduk, tapi buat kita sendiri," dia membeberkan.

Mengajar Online

Agus juga justru memiliki waktu untuk menularkan ilmu menulis traveling. Bersama Patjar Merah, Agus menjadi mentor kelas menulis online via Google Meet yang dilakukan beberapa seri.

"Yang menarik, sebagai penulis, aku merasa banyak dunia yang berubah. Jadi, pandemi ini adalah suatu eksperimen sosial yang dipaksakan untuk terjadi dengan sangat cepat. Kita menjadi lebih terkoneksi lewat digital," kata Agustinus Wibowo.

"Dulu aku lebih banyak tatap muka dengan pembaca, sekarang pindah online, kelas menulis pindah online," dia menambahkan.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA