Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Agu 2020 20:20 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Seperti Dubai, Abu Dhabi Belum Mau Terima Turis

Bonauli
detikTravel
The motorcade carrying US Secretary of State John Kerry (C) approaches the Sheikh Zayed Grand Mosque in Abu Dhabi on November 23, 2015. Kerry is in Abu Dhabi to meet his Emirati counterparts on efforts to build a Syrian opposition coalition to lead peace talks with the Damascus regime. AFP PHOTO / POOL / JACQUELYN MARTIN (Photo by JACQUELYN MARTIN / POOL / AFP)
(AFP/JACQUELYN MARTIN) Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi
Abu Dhabi -

Dubai sudah bahagia karena banyak turis asing. Tapi, Abu Dhabi, kota tetangga dan saingan berat Dubai, malah belum membuka pintu untuk wisatawan asing.

Dubai, kota di Uni emirat Arab yang menjadi favorit wisatawan dunia, sudah sibuk melayani kunjungan turis-turis asing sejak bulan Juli 2020. Protokol kesehatan mengenakan masker dan tes COVID-19 adalah peraturan yang wajib dijalankan oleh turis. Bahkan kalau tidak tes dari negara asal, turis bisa tes langsung di Bandara Dubai.

Tapi, Abu Dhabi, yang lebih menonjol dengan perumahan modern warga setempat, tak mau berjudi dengan menerima turis asing saat belum ditemukannya vaksin untuk COVID-19. Mereka masih menutup pintu.

Fakta itu diungkapkan oleh maskapai Etihad Airways. Padahal, turis asing yang datang ke Dubai beranggapan bahwa Abu Dhabi sudah membuka jalan untuk plesiran.

"Semua jenis visa tidak diizinkan masuk, termasuk visa turis yang dikeluarkan oleh Dubai dan kota lainnya," ujar Etihad.

Ibukota UEA tersebut memang masih menutup diri dengan alasan tindakan pencegahan virus Corona. Satu-satunya pengecualian adalah visa transit 96 jam untuk awak kapal.

Emirat berharap di musim gugur ini mereka bisa segera menerima turis, khususnya dari kapal pesiar. Aturan federal untuk memasuki UEA sendiri baru dilonggarkan dan menghilangkan keharusan bagi penduduk untuk mengajukan izin pulang ke Abu Dhabi, Ajman, Fujairah, Ras Al Khaimah, Sharjah dan Umm Al Quwain.

Berbeda dengan Dubai yang memiliki layanan imigrasi dan komite manajemen krisis sendiri. Penduduk Dubai harus meminta izin dulu sebelum terbang pulang. Dubai sudah mengkonfirmasi bahwa penduduk dapat terbang ke bandara mana pun di UEA asalkan mendapatkan izin dari departemen.Sementara Abu Dhabi belum tahu akan terima turis kapan.

Dua kota Emirat ini memang selalu bersaing untuk menjadi yang paling menonjol. Melihat Dubai yang ramai, Abu Dhabi jadi kangen turis enggak ya?



Simak Video "Cerita TKI yang Telantar-Dimarahi Polisi di Bandara Abu Dhabi"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA