Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Sep 2020 15:01 WIB

TRAVEL NEWS

New Alamein, dari Ladang Ranjau Perang Dunia II Jadi Kota Wisata

Bonauli
detikTravel
New Alamein di Mesir
New Alamein (AFP/Getty Images)
New Alamein -

Mesir kini punya strategi baru untuk menarik wisatawan. Situs perang dunia di Mesir Utara akan digarap jadi kota wisata. Inilah Kota New Alamein, pesisir barat laut di dekat perbatasan Mesir dan Libya. Selain sebagai produk wisata New Alamein juga menjadi proyek perluasan ruang kota.

New Alamein akan dibangun di area bekas situs Perang Dunia II seluas 49 hektar. Kota wisata ini dilengkapi dengan 15.000 kamar hotel dan pantai cantik.

Proyek prestisius bernilai miliaran dollar ini juga akan difasilitasi dengan apartemen, villa, sampai chalet. Pasarnya adalah orang-orang kaya Mesir dan Arab.

Seperempat dari kota adalah pemakaman perang dan sisa-sisa Perang Dunia II. Sehingga wisatawan akan merasakan hal yang berbeda dari obyek wisata lainnya di Mesir.

"Kota ini dirancang untuk lestari, artinya cocok untuk hidup sepanjang tahun bukan hanya musim panas saja," ujar Hani Younes, penasihat media untuk perdana menteri Mesir.

Nantinya New Alamein akan memiliki bandara internasional dan kereta listrik yang terhubung langsung ke Kairo dan Alexandria. Tak hanya itu, kota ini juga akan memiliki pusat medis internasional, pusat komersial, arena pekan raya dan klub olahraga. Bahkan pabrik desalinasi air laut dan pembangkit listriknya ada sendiri.

Saat ini yang akan dikerjakan pertama kali adalah mengeluarkan ranjau darat dari sana. Karena sebagai bekas situs Perang Dunia II New Alamein pernah jadi hutan ranjau.

Dulu Alamein adalah tempat bertempurnya Inggris dengan Jerman yang bersatu dengan Italia. Pertempuran sengit tersebut memakan banyak korban.

Diketahui bahwa jutaan ranjau darat dan persenjataan berserakan di sana. Ini membuat Mesir jadi negara paling terkontaminasi ranjau darat di dunia.

Untuk membersihkan ranjau tersebut, Mesir mulai dengan membentuk Sekretariat Eksekutif pada tahun 2009. Mesir juga bekerja sama dengan Kementerian Kerjasama Internasional dalam pembersihan ranjau.

Pada tahun 2018, Menteri Investasi dan Kerjasama Internasional mengatakan bahwa dari 5.100 km persegi, 1.454 km persegi telah bersih dari ranjau darat.

Nantinya New Alamein akan menjadi salah satu dari 20 kota baru yang dibangun Mesir untuk menampung 30 juta penduduk. New Alamein akan jadi ibukota administratif baru di pinggir kota.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA