Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Sep 2020 06:04 WIB

TRAVEL NEWS

Pintu Jepang Kian Terbuka Lebar, Kini WN Taiwan Boleh Masuk

Putu Intan
detikTravel
Ibukota Jepang, Tokyo memiliki dua bandara internasional yakni Bandara Internasional Narita dan Haneda. Bandara Haneda yang berada di pusat Tokyo ini, memiliki bangunan arsiretuk yang modern dan megah, serta sentuhan teknologi tinggi. Rengga Sancaya/detikcom.
Bandara Haneda menjadi gerbang masuk warga negara asing ke Jepang. (Foto: Rengga Sancaya)
Tokyo -

Jepang tampaknya kian percaya diri membuka pintunya untuk warga negara asing. Kini giliran warga negara Taiwan yang diizinkan masuk.

Jepang dan Taiwan telah sepakat untuk membuka perbatasan masing-masing untuk ekspatriat dan pemegang izin tinggal jangka panjang. Kebijakan ini akan berlaku mulai 8 September 2020.

Dikutip dari Japan Today, Jepang sebelumnya juga sudah menandatangani perjanjian pembukaan perbatasan dengan sejumlah negara Asia Tenggara. Mulai dari Kamboja, Laos, Malaysia, dan Myanmar boleh masuk pada 8 September nanti.

Namun setiap warga negara asing yang masuk Jepang diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ini wajib dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Corona di Negeri Sakura.

Keempat negara Asia Tenggara termasuk Taiwan termasuk dalam daftar 16 negara yang diajak Jepang berdiskusi untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi Corona. Buah dari diskusi itu juga mengizinkan turis dengan tujuan perjalanan bisnis untuk masuk Jepang.

"Jepang berharap untuk dapat mencegah penyebaran virus Corona dan memulihkan aktivitas bisnis," kata Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi.

"Dengan melonggarkan pembatasan, aktivitas perusahaan asing di Jepang diharapkan akan pulih sementara investasi resiprokal yang sempat berhenti selama pandemi akan kembali dipromosikan," ujar Motegi.

Izin yang didapatkan sejumlah negara tersebut dapat disebut istimewa. Sebab Jepang masih menutup akses bagi 159 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, China, dan Eropa. Sementara itu, negara Asia Tenggara lain yakni Thailand dan Vietnam sudah diizinkan masuk lebih dulu pada gelombang pertama.

Selanjutnya Jepang akan mengizinkan pelajar asing masuk. Baru setelah itu wisatawan mancanegara.

Untuk pariwisata sendiri, Jepang memang enggan terburu-buru menggaet turis asing. Saat ini mereka fokus pada menggerakkan wisata domestik yang sampai saat ini masih menuai kecaman dari masyarakat Jepang sendiri.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA