Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Sep 2020 16:15 WIB

TRAVEL NEWS

Mungkin, Qantas Tidak akan Terbang ke AS Sampai Vaksin Corona Ada

Syanti Mustika
detikTravel
Qantas Australia akan uji coba rute penerbangan terpanjang di dunia selama 19 jam nonstop
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Maskapai Qantas akan menunda sementara penerbangannya ke wilayah Amerika Serikat. Mungkin, penundaannya ini sampai vaksin Corona ditemukan.

Dilansir dari Lonely Planet, Minggu (6/9/2020) Qantas Airlines, maskapai penerbangan Australia mengungkapkan bahwa mereka tidak akan melaksanakan perjalanan internasional hingga pertengahan 2021 karena pandemi virus Corona. Perjalanan ini termasuk ke rute Amerika Serikat yang bergantung pada ketersediaan vaksin.

Qantas melaporkan kerugian USD 2,9 miliar dan penurunan laba 90% dibandingkan dengan tahun lalu karena pandemi. Mungkin mereka akan memulai kembali penerbangan berdasarkan negara juga tergantung penyebaran virus serta penanganan Corona di negara tersebut.

"Teruntuk Amerika Serikat, dengan tingkat prevalensi di sana, mungkin akan memakan waktu lama. Mungkin perlu vaksin sebelum kita bisa melihat itu terjadi," kata CEO Qantas Alan Joyce.

Joyce juga memperkirakan bahwa mereka akan membuka perbatasan internasional paling awal dibuka secara luas untuk pelancong masih satu tahun lagi. Dan armada Qantas, termasuk semua 12 Airbus A380-nya, akan 'diparkir' setidaknya selama tiga tahun lagi.

Gagasan travel bubble pun muncul, karena ada perubahan jumlah kasus, pedoman keselamatan, dan persyaratan pembukaan kembali di seluruh dunia masih terus berubah. Dan untuk pergerakan awal Selandia Baru masih menjadi pesaing yang jelas untuk penjadwalan ulang penerbangan internasional pertama Qantas.

"Selandia Baru adalah contoh nyata yang berpotensi membuka relatif cepat dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia," kata Joyce.

Pedoman perjalanan Trans-Tasman antara Australia dan Selandia Baru merupakan dobrakan pertama yang diumumkan. Tetapi karena wabah lebih lanjut di Australia, Selandia Baru terus menunda pelaksanaannya.



Simak Video "PM Selandia Baru Lockdown Kota Auckland Selama 12 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA