Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Sep 2020 07:14 WIB

TRAVEL NEWS

Bisakah Thailand Hidup Tanpa Turis?

Bonauli
detikTravel
Kamp gajah di Chiang Mai, Thailand, kini telah dibuka kembali untuk para wisatawan. Hal itu menjadi harapan kepada para gajah dan pelatih untuk tetap bertahan.
Wisata gajah di Thailand (Getty Images/Lauren DeCicca)
Bangkok -

Thailand masih belum mau buka pariwisata di tengah wabah virus Corona. Thailand seakan yakin bahwa dirinya baik-baik saja. Namun Bank of Thailand berkata lain. Bank Sentral Thailand mengatakan industri pariwisata Thailand akan menghadapi risiko besar di tahun depan jika tak ada turis yang datang.

Kedatangan turis tadinya diharapkan mencapai 8 juta tahun ini dan 16 juta pada tahun depan. Tapi melihat kenyataan wabah Corona, Kementerian Pariwisata dan Olahraga serta Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional telah memangkas proyeksi kedatangan turis tahun ini menjadi 6,7 juta dan tahun depan dengan total 12 juta.

Adanya perbedaan 1,3 juta turis di tahun ini menyebabkan kerugian pada perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand. Jumlahnya turun 0,5 persen.

Thailand sendiri sudah empat bulan hidup tanpa turis. Pembatasan perjalanan internasional tetap dilakukan untuk melindung negara dari gelombang kedua.

Kembali lagi soal data, turis yang datang ke Thailand mencapai 40 juta pada tahun 2019 dengan sumbangan pendapatan PDB hampir 20 persen. Tapi dengan adanyan pembatasan penerbangan masuk rasio turis akan menyusut 100 persen dari tahun ke tahun antara bulan April dan Desember.

"Jika turis masih tidak dapat mengunjungi Thailand, maka pertumbuhan ekonomi Thailand akan berdampak lebih parah tahun depan," ujar Don Nakornthab, Direktur Senior Departemen Ekonomi dan Kebajikan Bank Thailand seperti dikutip dari Bangkok Post.

Dia mengatakan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah tepat untuk memungkinkan turis kembali menggerakkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi.

Bank Sentral juga memperhitungkan kemungkinan gelombang kedua di negara-negara Asia lainnya. Bisa-bisa ada 20-30 kasus per hari di gelombang kedua nanti.

Saat ini Thailand mencoba untuk membuka Phuket sebagai wilayah percontohan wisata. Turis yang datang ke Phuket harus tinggal selama minimal 30 hari dengan masa karantina 14 hari.

Memang, tidak ada kepastian setelah Phuket akan ada wilayah lain yang buka. Namun setidaknya Thailand bisa bernapas sedikit dengan cuan-cuan yang datang dari turis berkocek tebal ke Phuket.



Simak Video "Ada Isu Pembekuan Darah, Thailand Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA