Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Sep 2020 19:17 WIB

TRAVEL NEWS

Gunung Gede Kayak Pasar, Tanda TN Kesulitan Adaptasi Saat Pandemi?

Femi Diah
detikTravel
Gunung Gede via Gunung Putri
Antrean pendaki di Gunung Gede via Gunung Putri akhir pekan lalu. (Femi Diah/detikTravel)
Jakarta -

Jalur pendakian Gunung Gede via Gunung Putri dipadati ribuan pendaki akhir pekan lalu. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dinilai gagap kelola pendakian saat pandemi virus Corona.

Gunung Gede membuat aturan hanya bisa menampung 600 pendaki saat pandemi virus Corona sejak dibuka pada 25 Agustus 2020 setelah sempat menjalani uji coba empat hari. Tapi faktanya, ada 4.000 pendaki pada Sabtu (5/9/2020).

Dengan jumlah pendaki itu, kerumunan pun tak bisa dihindarkan. Baik sepanjang jalur pendakian ataupun pada pos-pos pendakian.

Epidemiolog Pandu Riono menyebut potensi penularan COVID-19 di luar ruangan memang lebih kecil ketimbang di dalam ruangan. Tapi, andai ada satu pendaki yang positif virus Corona dan tak menjaga jarak dengan pendaki lain itu cukup berbahaya.

"Masyarakat itu kadang-kadang lupa bahwa kerumunan bisa meningkatkan risiko penularan virus Corona, tapi memang risiko ruang terbuka lebih kecil dibandingkan di dalam ruangan," kata Pandu dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/9/2020).

"Tapi kan kalau salah satu pendaki ada yang membawa virus, kemudian dia tidak bisa menjaga jarak dan tidak memakai masker, risiko penularan tetap ada," kata Pandu.

Makanya, lanjut dia, dalam mendaki gunung pun seluruh pendaki wajib menerapkan 3 M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin.

"Saat berjalan bisa tanpa masker tapi harus tetap menjaga jarak. Tapi, saat kongkow-kongkow dan ngobrol, masker harus dipakai," dia menambahkan.

Pandu meminta agar pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango lebih aktif memantau pendaki di Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Selain itu, TNGGP diimbau untuk mengampanyekan 3 M kepada pendaki.

"Mungkin mereka tidak tahu bagaimana menangani pendakian saat pandemi virus Corona. Apalagi, jalur pendakian sempat ditutup lama," kata Pandu.

"Mudah-mudahan enggak ada apa-apa dari pendakian yang padat itu dan tidak menjadi klaster baru," Pandu menambahkan.

Pendakian di TNGGP resmi dibuka setelah hampir delapan bulan ditutup untuk recovery dan akibat pandemi COVID-19. Pembukaan jalur pendakian itu berdasarkan Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor: SE.959/BBTNGGP/Tek.2/8/2020 tentang Pembukaan Kembali Pendakian Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA