Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Sep 2020 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pilot Ancam Penderita Asma Turun dari Pesawat Bila Tak Pakai Masker

Pesawat easyJet
Ilustrasi easyJet (Dok. easyJet)
Jakarta -

Pemakaian masker diwajibkan untuk seluruh penumpang pesawat. Bahkan, salah satu maskapai tak mengecualikan penderita penyakit pernafasan.

Dikutip dari Metro oleh detikcom, seorang pria bernama Nick yang tak ingin memberi tahu nama lengkapnya mengaku dipaksa mengenakan masker dalam penerbangannya bersama maskapai EasyJet, padahal dia menderita penyakit asma. Nick juga diejek oleh beberapa penumpang lain di pesawat.

Lelaki ini akhirnya dengan terpaksa mengenakan masker karena tekanan dari pilot dan penumpang yang duduk di sebelahnya. Dia pun mengalami hiperventilasi.

"Entah itu kerah polo atau syal yang melingkari wajah Anda, sensasinya menyesakkan. Saya hanya merasa semakin sulit bernafas," kata Nick.

"Saya dihina, diteriaki, ditertawakan. Rasanya seperti semua orang melawan saya," Nick menambahkan.

Pilot memberi tahu Nick bahwa dia tetap harus mengenakan masker. Padahal Nick telah menjelaskan bahwa dia tidak akan bisa bernafas selama penerbangan satu jam dari Jersey ke Gatwick. Jika Nick tak mau mengikuti perintah pilot, maka dia akan diturunkan dari pesawat.

Tak disangka, penumpang lain bersorak dan bertepuk tangan setelah pilot mengancam Nick dikeluarkan dari pesawat. Penerbangan pun ditunda selama 30 menit.

Nick mengatakan bahwa dia telah menunjukkan sebuah kartu pengecualian resmi yang telah dia cetak dari situs web pemerintah. Itu dilakukan sebelum dirinya terbang ke pulau Jersey sebulan lalu untuk bertemu dengan keluarganya.

Pada perjalanan ke pulau, Nick bisa terbang tanpa mengenakan masker setelah menunjukkan kartu tersebut, namun permasalahan datang ketika penerbangan pulang. Nick bahkan dihadapkan oleh anggota staf EasyJet sebanyak kurang lebih enam kali.

Pemakaian masker diwajibkan untuk menaiki transportasi umum di Inggris, namun ada beberapa orang yang dibebaskan dari aturan ini. Mereka adalah anak-anak di bawah usia 11 tahun, orang yang tidak dapat memakai atau melepas masker karena penyakit fisik, mental atau kecacatan, dan saat memakai masker akan menyebabkan stres parah.

Selain itu, masyarakat di Inggris bisa memilih untuk membawa kartu atau lencana yang menunjukkan bahwa mereka dibebaskan dari aturan tersebut. Tapi, menurut Departemen transportasi kartu ini tidak mengikat hukum.



Simak Video "Hasil Simulasi Superkomputer Jepang, Pakai Dua Masker Kurang Efektif"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA