Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Sep 2020 17:43 WIB

TRAVEL NEWS

AS Longgarkan Gerbang di 15 Bandara untuk Negara Ini

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
A TSA check baggage X-ray machine is seen in terminal 4 at LAX, Los Angeles International Airport, as travelers wait in a ticketing line in Los Angeles May 2, 2011. REUTERS/Danny Moloshok
Bandara LAX Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Jakarta -

Amerika Serikat berencana untuk menghentikan pembatasan wisatawan internasional dari negara tertentu ke 15 bandaranya. Konsekuensinya, penyaringan kesehatan ditingkatkan.

Diberitakan CNN, penumpang akan diberi tahu tentang risikonya kebijakan itu. Aturan itu rencananya diterapkan mulai minggu depan.

Hingga Kamis, ada lebih dari 6,3 juta kasus virus Corona yang dilaporkan AS. Lebih dari 190.000 orang meninggal di se-antero negeri Paman Sam karena terinfeksi penyakit itu, menurut Universitas Johns Hopkins.

"Mulai 14 September 2020, pemerintah AS akan menghapus persyaratan untuk mengarahkan semua penerbangan yang membawa penumpang dari negara tertentu untuk mendarat di salah satu dari 15 bandara yang ditunjuk," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan dalam sebuah unggahan terbaru di situsnya.

"Pemerintah Amerika Serikat akan menghentikan pula pemeriksaan kesehatan yang telah ditingkatkan untuk penumpang ini," dia menambahkan.

"Saat ini, pemeriksaan kesehatan yang ditingkatkan diberlakukan bagi mereka yang datang dari, atau yang baru saja tiba di China (tidak termasuk Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan Makau), Iran, wilayah Schengen di Eropa, Inggris Raya (tidak termasuk wilayahnya di luar Eropa), Irlandia, dan Brasil," urai imbauan itu.

Skrining awal virus Corona tidak terlalu membantu karena begitu banyak orang tidak memiliki gejala, kata CDC.

"Penularan virus dapat terjadi dari penumpang yang tidak memiliki gejala atau yang belum mengalami gejala infeksi. Oleh karena itu, CDC mengubah strateginya dan memprioritaskan tindakan kesehatan masyarakat lainnya untuk mengurangi risiko penularan penyakit terkait perjalanan," kata badan tersebut.

CDC mengatakan bahwa sumber daya yang ada malah akan didedikasikan untuk upaya mitigasi yang lebih efektif yang difokuskan pada individu. Ini akan mencakup pendidikan kesehatan pra-keberangkatan, dalam penerbangan, dan pasca kedatangan untuk penumpang.

"Mereka akan merespon yang bergejala kuat di bandara, pengumpulan informasi kontak sukarela dari penumpang yang menggunakan sarana elektronik," kata CDC.

Itu akan membantu mengurangi keramaian dan kerumunan di dekat garis check-in di bandara AS. Pengujian juga bisa menjadi pilihan, serta mengingatkan wisatawan untuk memperhatikan gejala dan mengkarantina diri mereka sendiri selama 14 hari.



Simak Video "2 Orang Tewas dan 14 Terluka dalam Penembakan Massal di New York"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA