Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Sep 2020 10:07 WIB

TRAVEL NEWS

Jalur Gadis Desa Viral di Kalangan Pesepeda, Sudah Menghilang

Muhammad Aminudin
detikTravel
Tangkapan layar gowes gadis desa yang viral
Tangkapan video yang viral (Foto: dok. Istimewa)
Malang -

Di grup-grup WhatsApp pesepeda, tengah viral video jalur gowes gadis desa. Ternyata, dari penelusuran detikcom, lokasinya berada di Karangploso, Kabupaten Malang. Tapi ingat, pesepeda jangan repot-repot lagi mencari gadis desa itu karena sudah disetop camat setempat.

Dalam rekaman video pendek yang viral di media sosial, beberapa pesepeda asyik mengikuti jalur itu dengan menyusuri jalan setapak menuju sungai kecil. Di sungai itu ada dua gadis memakai kemben duduk di atas bebatuan sungai. Mereka asyik berfoto ria dengan pesepeda.

Camat Karangploso Indra Gunawan membenarkan adanya event gowes di wilayahnya pada Minggu lalu itu. Tetapi, Indra menegaskan, tidak ada rute atau jalur gowes gadis desa yang kini menyebar foto banner dan videonya tersebut.

"Tidak ada di sini jalur gowes gadis desa, dan memang seterusnya tidak akan ada. Itu ulah orang pencari uang untuk dirinya sendiri," ujar Indra.

Indra menceritakan awal munculnya jalur gowes gadis desa itu. Ceritanya, ada event gowes bareng di daerahnya pada Minggu (6/9/2020). Namun para gadis desa itu tidak termasuk event gowes tadi. Mereka menyusup event gowes. "Itu ulah orang ngamen. Cari duit untuk kepentingannya sendiri, jadi acara gowes bareng disusupi oleh mereka," kata Indra saat dihubungi detikcom.

Indra mengaku rute gowes bareng dibagi menjadi dua, yaitu jalur santai dan ekstrem. Untuk jalur santai sepanjang 10 kilometer, sementara jalur ekstrem 15 kilometer. Penyusup itu kemudian mendirikan banner tersebut.

"Banner dengan jalur itu dibuat orang ngamen itu, di jalur ekstrem atau di wilayah Donowarih. Maksudnya dan tujuannya mengajak selfie dan harus membayar," tegas Indra.

Menurut Indra, panitia kemudian mendengar adanya pencari uang dengan memasang banner tersebut dan akhirnya membubarkan mereka.

"Panitia sudah susah payah buat event, ternyata disusupi orang-orang pencari uang itu. Giat gowes bareng sebenarnya dibarengi dengan santunan anak yatim," tandas Indra.

Karena disusupi, Indra memastikan, tidak akan ada lagi jalur gowes gadis desa di wilayahnya. Pihaknya mewanti-wanti jangan sampai wilayah Karangploso kembali dikotori ulah orang-orang tak bertanggung jawab seperti itu lagi.

(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA