Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Sep 2020 20:26 WIB

TRAVEL NEWS

Jalur Gowes Gadis Desa yang Jadi Polemik Itu

Muhammad Aminudin
detikTravel
Jalur gowes gadis desa
Jalur gowes gadis desa jadi polemik (Muhammad Aminudin/detikTravel)
Malang -

Jalur gowes gadis desa mendadak muncul dalam ajang sepeda bareng yang diduga lokasinya berada di Karangploso, Kabupaten Malang. Acara itu pun menjadi sorotan.

Sebuah banner dipasang untuk menunjukkan titik lokasi jalur gowes gadis desa. Banner dilengkapi dengan logo branding pariwisata Kabupaten Malang di pojok kanan atas. Dalam rekaman video pendek memperlihatkan beberapa pesepeda asyik mengikuti jalur itu dengan menyusuri jalan setapak menuju sungai kecil.

Di salah satu titik pegowes harus melewati sungai. Di sungai itu ada dua gadis memakai kemben duduk di atas bebatuan sungai. Para pegowes berhenti dan berfoto dengan perempuan itu.

Acara itu dinilai rekayasa yang kebablasan. Penelusuran detikcom, jalur gowes gadis desa itu muncul dalam ajang gowes bareng yang digelar di rest area Karangploso, Kabupaten Malang, pada Minggu (6/9/2020).

Camat Karangploso Indra Gunawan membenarkan adanya acara gowes di wilayahnya pada Minggu kemarin itu. Tetapi Indra menegaskan tidak ada rute atau jalur gowes gadis desa yang kini menyebar foto banner dan videonya tersebut.

"Itu bukan bagian dari event gowes kemarin, itu ulah orang ngamen. Cari duit untuk kepentingannya sendiri, jadi acara gowes bareng disusupi oleh mereka," kata Indra saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/9/2020).

Indra mengaku rute gowes bareng dibagi menjadi dua, yaitu jalur santai dan ekstrem. Untuk jalur santai sepanjang 10 kilometer, sementara jalur ekstrem 15 kilometer. Penyusup itu kemudian mendirikan banner tersebut.

"Banner dengan jalur itu dibuat orang ngamen itu, di jalur ekstrem atau di wilayah Donowarih. Maksudnya dan tujuannya mengajak selfie dan harus membayar," ujar Indra.

Menurut Indra, panitia kemudian mendengar adanya pencari uang dengan memasang banner tersebut dan akhirnya membubarkan mereka.

"Panitia sudah susah payah buat event, ternyata disusupi orang-orang pencari uang itu. Giat gowes bareng sebenarnya dibarengi dengan santunan anak yatim," tandas Indra.

Karena event disusupi, Indra memastikan tidak akan ada lagi jalur gowes gadis desa di wilayahnya. Pihaknya mewanti-wanti jangan sampai wilayah Karangploso kembali dikotori ulah orang-orang tak bertanggung jawab seperti itu lagi.

"Tidak ada di sini jalur gowes gadis desa, dan memang seterusnya tidak akan ada. Itu ulah orang pencari uang untuk dirinya sendiri," kata Indra.



Simak Video "Sensasi Liburan ala Jepang di Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA