Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Sep 2020 10:22 WIB

TRAVEL NEWS

Salah Belok, Seekor Paus Bungkuk Terdampar di Sungai Penuh Buaya

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Paus di Taman Nasional Kakadu
Paus bungkuk nyasar di Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu (Foto: Taman Nasional Kakadu/Facebook)
Darwin -

Kasihan, seekor paus bungkuk terdampar di sungai yang dipenuhi buaya. Hewan ini salah belok setelah tampak bingung selama migrasi.

Diberitakan CNN, peristiwa yang terjadi di Australia ini terbilang sangat tidak biasa. Tiga hewan memasuki Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu minggu lalu.

Hewan-hewan itu pertama kali terlihat pada hari Selasa kata juru bicara taman Wilayah Utara Australia (NT) dalam sebuah pernyataan. Sejak saat itu, staf taman nasional memantau dengan cermat seekor paus, yang tampaknya terjebak.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa dua lainnya diperkirakan telah meninggalkan daerah tersebut. Namun para ranger tidak dapat memastikan sepenuhnya.

Sementara, para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti apa yang sedang terjadi. Mereka percaya bahwa saat paus salah belok adalah penjelasan yang paling mungkin terjadi.

Karena kejadian ini, kini ada zona di muara sungai, berjarak 32 kilometer dari hulu. Wilayah ini untuk memastikan keselamatan paus dan wisatawan yang mungkin akan pergi ke daerah itu dengan perahu.

"Sejauh yang kami sadari, ini pertama kali terjadi," kata Taman Nasional Kakadu.

"Kami sedang memantau situasi dan bekerja dengan otoritas pemerintah untuk mengumpulkan data tentang peristiwa yang tidak biasa ini, dan para ahli telah dibentuk untuk memantau paus bungkuk dan menyiapkan rencana untuk intervensi jika diperlukan," imbuhnya.

Pihak taman nasional tak ingin adanya tabrakan antara perahu dan paus bungkuk karena visibilitas yang rendah di dalam air. Juga, mereka tak ingin menggiring paus lebih jauh ke dalam aliran sungai karena keberadaan perahu wisatawan.

"Paus tidak dalam keadaan sulit saat ini dan ini bukan situasi darurat. Skenario kasus terbaik adalah paus kembali ke laut," kata pihak taman.

"Taman Nasional Kakadu dan ilmuwan pemerintah Australia akan terus memantau ikan paus dalam beberapa hari mendatang. Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan pengunjung juga paus bungkuk," imbuhnya.

Tiga paus pertama kali terlihat di Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu. Namun, para ahli percaya hanya satu yang tersisa.

Sebagian besar perairan di dalam taman ini dihuni oleh buaya air asin, yang merupakan predator penyergap yang diketahui sering menyerang dan membunuh manusia. Terlepas dari namanya, mereka juga dapat ditemukan di lebih dari 160 kilometer dari bibir pantai, ini masuk di habitat air tawar.

Menurut pedoman keamanan taman untuk pengunjung, buaya dapat bersembunyi di bawah air untuk waktu yang lama dan dapat bergerak dengan sembunyi-sembunyi dan berkamuflase. Mereka mampu bergerak cepat, sekitar 12 meter per detik.

Paus bungkuk hidup di semua samudera dunia, menurut International Whaling Commision. Spesies ini dikenal karena perilakunya yang aktif di permukaan, mengibaskan ekor di air, nyanyian yang kompleks, dan berkembang biak di daerah tropis.

Taman Nasional Kakadu adalah yang terbesar di Australia. Kawasan ini ada dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO karena alam dan budayanya yang luar biasa dan biasa disinggahi oleh paus bungkuk.

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA