Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Sep 2020 17:07 WIB

TRAVEL NEWS

Sempat Nyasar di Sungai Penuh Buaya, Paus Bungkuk Ini Berhasil Kabur

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Paus Bungkuk tersesat
Foto: BBC
Sydney -

Seekor paus bungkuk beberapa waktu lalu terjebak di sungai yang dipenuhi oleh buaya. Akhirnya, kini dia berhasil bebas setelah bertaruh nyawa dari kumpulan predator.

Dikutip dari CNN oleh detikcom, cerita bermula ketika tiga ekor paus bungkuk yang memasuki Sungai East Alligator di Taman Nasional Kakadu, Australia. Dua paus diperkirakan sudah meninggalkan area menyeramkan itu, namun sayang, satu ekor tertinggal di sungai yang menjadi rumah bagi buaya air asin! Untungnya, sekarang dia sudah mengeluarkan diri dari kawasan predator tersebut.

"Setelah memantau paus akhir pekan ini, kami senang melihat paus itu keluar dari Sungai East Alligator Kakadu dan masuk ke Teluk Van Diemen," kata manager Bagian Negara dan Budaya Taman, Feach Moyle dalam sebuah pernyataan.

Moyle berterima kasih kepada pihak berwenang di negara bagian. Paus bungkuk berhasil keluar dalam kondisi yang baik.

"Paus itu berhasil keluar saat air pasang pada akhir pekan ini dan kami senang ikan itu tampak dalam kondisi baik dan tidak menderita efek buruk," tambah Moyle.

Paus bungkuk tersebut nampaknya terlantar setelah kebingungan selama migrasi. Pihak taman pun mengkhawatirkan sejumlah buaya air asin yang akan mengancam nyawa paus. Tak hanya itu, kemungkinan paus juga bisa bertabrakan dengan kapal atau tak sengaja mendorongnya lebih jauh ke sungai.

"Sejauh yang kami sadari, ini adalah pertama kalinya hal ini terjadi," kata pihak taman.

Buaya air asin merupakan predator penyergap yang diketahui menyerang dan membunuh manusia. Terlepas dari namanya, mereka juga bisa ditemukan lebih dari 151 km di sungai dari pantai di habitat air tawar.

Menurut catatan pedoman taman untuk wisatawan, buaya bisa bersembunyi di bawah air untuk waktu yang lama. Hewan ini dapat bergerak dengan sembunyi-sembunyi dan berkamuflase. Lalu, mereka bisa bertindak dengan kecepatan hingga 12,1 meter per detik saat menangkap masa dalam jarak yang dekat.

Menurut Kementerian Lingkungan Australia, setiap tahun, pada April dan November, pesisir timur Australia dipenuhi dengan paus bungkuk yang bermigrasi. Hewan-hewan ini menghabiskan musim panas mereka dengan makan di perairan Antartika, sebelum melakukan perjalanan ke perairan sub-tropis untuk kawin dan melahirkan. Sedangkan saat kembali ke laut, biasanya paus bungkuk di dekat Australia melakukannya di September hingga November.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA