Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Sep 2020 20:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Gunung Indonesia yang Punya Medan Paling Horor

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Prasodjo Muhammad
Foto: (Prasodjo Muhammad/instagram)
Jakarta -

Sebelum mendaki gunung, traveler harus siap mendaki medan yang terjal dan cuaca yang dingin. Berbagai gunung di Indonesia memiliki medan yang berbeda-beda.

Youtuber yang suka menyajikan konten horror di pegunungan, Prasodjo Muhammad sudah beberapa kali mendaki gunung di Indonesia. Di antara gunung yang pernah didaki oleh Prasodjo Ialah, Gunung Gede, Gunung Cikuray di Garut, Gunung Semeru, Gunung Lawu, Gunung Sindoro dan Gunung Salak.

Nah, menurut Prasodjo, gunung yang memiliki medan yang sangat menantang adalah Gunung Salak. Gunung ini memiliki trek yang menantang bagi pendaki.

"Menurut saya yang paling horor itu yang dari segi medan yaitu Gunung Salak. Yang waktu itu sempat pesawat Sukhoi jatuh di Gunung Salak," kata Prasodjo, Sabtu (19/9/2020) dalam IG Live bersama Detik Travel.

Memiliki trek yang mayoritas lumpur dan terjal, Prasodjo menyarankan untuk traveler mendaki Gunung Salak pada musim kemarau, yaitu pada bulan Maret hingga Agustus.

"Kalau Gunung Salak, di musim panas tuh hujan, apalagi di musim hujan. Kalau hujan tuh jalur yang tadinya kering itu langsung jadi sungai dan itu buat sulit kita nentuin jalan," kata Prasodjo.

Mendaki Gunung Salak, tentunya traveler harus menyiapkan tenaga lebih karena medannya yang menantang. Apalagi saat turun, traveler harus ekstra hati hati.

"Teknik khusus sih nggak ada ya, cuman kita harus siapin tenaga lebih untuk nanjak di medan seperti itu. Cuma kalo turun kita harus ekstra hati-hati dengan medan kayak gitu. Karena kalau turun pasti jauh lebih sulit maka harus lebih hati-hati kecuali kalau akang orang lokal yang udah kenal medan mah udah biasa," kata Prasodjo.

Untuk pendakian di Gunung Salak sendiri membutuhkan waktu sekitar enam jam. Satu hal penting yang harus traveler ingat, yaitu selalu menjaga kesehatan.

"Kalau nggak salah sih sekitar 6 jam-an itu untuk pendakian santai ya, kalau turun paling sekitar 3 jam, setengah itu. Banyak yang naik terus turun lagi, tektok gitu nggak pakai menginap. Persiapan fisiknya harus bagus," tambah Prasodjo.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA