Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Sep 2020 18:38 WIB

TRAVEL NEWS

Selebgram Bule yang Bertaruh Nyawa di Kawah Bromo Minta Maaf

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Gunung Bromo
Kawasan Gunung Bromo (Foto: I Gede Leo Agustina/d'Traveler)
Jakarta -

Seorang selebgram bertaruh nyawa dengan berfoto ekstrem di kawah Gunung Bromo. Ia meminta maaf lewat unggahan terbarunya.

Ia bernama Anyuta Rai. Traveler itu nekat berfoto ekstrem di kawah Gunung Bromo karena mengaku tidak tahu kalau destinasi itu sedang ditutup. Kendala bahasa dengan guide lokal pun jadi alasan lainnya.

"Saya benar-benar minta maaf untuk foto yang saya ambil di Bromo. Saya tidak mengerti bahwa gunung berapi ditutup dan saya melihat ada orang lain di sana juga," kata anyuta_rai dalam unggahan Instagram stories-nya, seperti dilihat detikTravel, Rabu (23/9/2020).

"Jadi saya pikir tidak apa-apa untuk pergi ke sana. Saya sampaikan permintaan maaf saya," imbuh dia.

Bule yang melakukan aksi ilegal ini bernama Anyuta Rai. Dalam bio Instagramnya, yang kini sudah dihapus, ia kini bertempat tinggal di Pulau Dewata, Bali.

Diketahui bahwa Anyuta berkewarganegaraan Rusia. Jumlah pengikutnya kini mencapai 3,2 juta dengan indtravel dan akun wisata negara tetangga juga mengikutinya.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyebut Anyuta telah melanggar aturan dari balai. Pertama, Anyuta telah melanggar batas aman kunjungan, yakni traveler diimbau untuk berada di jarak satu kilometer dari kawah.

Selebgram Anyuta RaiPermintaan maaf selebgram Anyuta Rai (Foto: Instagram)

"Kebijakan kita jelas mas. Sesuai dengan arahan dari PVMBG PGA Cemoro Lawang, bahwa radius aman kunjungan ke Bromo itu 1 kilometer dari kawah aktif Bromo. Gitu mas," ujar Syarif Hidayat, staf di TNBTS, Selasa (22/9).

Lebih lanjut, TNBTS mengamini adanya kunjungan dari Anyuta Rai. Perkiraan waktunya yakni Senin (21/9) pada siang hari dan saat itu petugas patroli sedang tidak di lokasi

Bule perempuan terrekam melakukan aksi berbahaya dengan melewati pagar batas aman di kawah Gunung Bromo. Diketahui bahwa Gunung Bromo masih haram didekati wisatawan.

"Barusan diklarifikasi oleh Pak Kasi I (TNBTS), jadi nampaknya ada kendala bahasa pelaku jasa kuda. Dari hasil klarifikasi jadi pemilik kuda (Gunung Bromo) sebenarnya sudah mencegah tapi karena kendala bahasa itu terjadilah kejadian itu mas," jelas Syarif.

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA