Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Sep 2020 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Santap Paus Jadi Primadona Turis Lokal Norwegia

Femi Diah
detikTravel
An orca chases herrings on January 17, 2019, in the Reisafjorden fjord region, near the Norwegian northern city of Tromso in the Arctic Circle. (Photo by Olivier MORIN / AFP)
Ilustrasi paus di Norwegia (AFP/OLIVIER MORIN)
Jakarta -

Saat industri pariwisata dunia dihantam pandemi virus Corona, para pemburu paus di Norwegia justru meraup keuntungan. Mereka terimbas wisata domestik.

Norwegia merupakan salah satu negara yang mencari incaran turis asing. Alam dan kuliner tak biasa menjadi alasan wisatawan melancong ke negara sebuah negara Nordik di Semenanjung Skandinavia itu. Salah satunya, untuk menikmati daging dan keju.

Tapi, pandemi COVID-19 mengubah tren pariwisata di Norwegia. Tidak banyak turis asing yang melancong ke Norwegia pada musim panas tahun ini.

Sebaliknya, warga Norwegia, yang biasanya berwisata ke Italia dan Spanyol, mau tidak mau tetap tinggal di negaranya. Mereka liburan ke kawasan utara negara mereka seperti Kepulauan Lofoten.

Di kawasan itu terdapat fyord atau teluk berair sangat jernih yang terbentuk dari lelehan gletser. Ada pula tebing-tebing garis pantai. Pada musim panas, suasana makin menarik dengan adanya midnight sun atau matahari tak terbenam hingga tengah malam di wilayah tersebut.

Boleh dibilang wisata jalan terus. Termasuk kulinernya. Hanya saja, ada perubahan signifikan soal menu makan.

Merujuk pembelian di Ost & Sant, sebuah toko yang menjual olahan daging dan keju tradisional di pusat kota Oslo yang menjadi langganan turis asing, wisatawan lokallah yang kini singgah.

"Tahun ini yang datang ke toko saya rata-rata orang Norwegia. Mereka yang tidak bisa berwisata atau makan di restoran biasanya masak di rumah. Kondisi itu mengubah apa yang kami jual," kata Frode Revke, pemilik Ost & Sant, seperti dikutip BBC.

Dan, jualan yang paling laku di tokonya adalah daging paus. paus bahkan menjadi topping sphagetti.

"Daging paus adalah bagian dari kenangan masa kecil saya," kata Frode sembari menyusun setumpuk keju tradisional Norwegia.

"Ibu saya bahkan memasak spaghetti bolognese dengan bahan dasar daging paus," kata Frode.

"Saat berkunjung ke Italia pertama kali, saya sangat kecewa. Spaghetti bolognese buatan mereka tidak ada apa-apanya dibanding buatan ibu saya," Frode menambahkan.

Ya, Ost & Sant menjadi gambaran perubahan tren wisata yang amat nyata di Norwegia. Faktanya, untuk pertama kali dalam beberapa tahun terakhir, industri penangkapan dan penjualan paus mendapatkan permintaan tinggi dari konsumen.

Secara tradisional, daging paus disajikan mentah atau diolah melalui teknik pengasapan. Orang Norwegia menggunakan terminologi yang sama untuk menyebutnya 'tran'.

Tidak ada terjemahan langsung dalam bahasa Inggris untuk istilah itu. Namun cita rasanya bisa digambarkan seperti 'rasa minyak ikan cod'.

Tekstur daging pauspaus dapat disejajarkan dengan daging sapi, tapi jauh lebih asin.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA