Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 26 Sep 2020 22:23 WIB

TRAVEL NEWS

Barbados Copot Ratu Inggris Jadi Kepala Negara, Mau Merdeka?

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Bright image of wooden promenade at the waterfront of Bridgetown in Barbados. Colorful building against blue sky with white clouds. Boats and yachts in the harbor.
Foto: Ilustrasi Barbados (iStock)
Bridgetown -

Barbados, negara cantik di Karibia ingin mencopot Ratu Inggris dari posisi Kepala Negara mereka. Barbados rupanya ingin merdeka dan jadi republik sendiri.

Barbados baru-baru ini mengumumkan rencana mereka untuk mencopot jabatan Ratu Elizabeth sebagai kepala negara mereka. Perdana Menteri Barbados, Mia Mottley mengatakan bahwa rakyat Berbados menginginkan seorang kepala negara dari Barbados.

"Telah tiba waktunya untuk sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonial kita. Ini adalah pernyataan keyakinan tertinggi pada siapa diri kami dan apa yang mampu kami capai," kata Mottley dalam sebuah pidato, seperti dikutip detikTravel dari BBC.

Barbados pun menargetkan akan penyelesaian proses peralihan tersebut pada peringatan 55 tahun kemerdekaannya dari Inggris, yang jatuh pada 30 November 2021 tahun depan.


Barbados merupakan salah satu negara termakmur di Kepulauan Karibia. Negara dengan penduduk 287 ribu jiwa ini mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1966, tapi masih menjadikan Ratu Elizabeth sebagai kepala negara mereka.

Sementara itu, pihak Istana Buckingham langsung memberikan respons atas keinginan merdeka dari Barbados tersebut. Mereka mengatakan bahwa urusan pergantian kepala negara adalah urusan internal pemerintah dan rakyat Barbados.

Perwakilan Istana Buckingham sendiri mengatakan bahwa gagasan merdeka yang dilontarkan Barbados tersebut, tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah berkali-kali dibahas secara terbuka.


Barbados bukanlah negara pertama di Karibia yang menyatakan diri ingin merdeka dari Kolonial Inggris dan jadi negara republik sendiri. Sebelumnya, ada Guyana yang berhasil memerdekakan diri pada tahun 1970. Sementara itu, Trinidad dan Tobago mengikuti langkah tersebut di tahun 1976, kemudian disusul juga oleh Dominika yang melakukannya di tahun 1978.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA