Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Okt 2020 10:07 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik?

Putu Intan
detikTravel
Warga berbondong-bondong belajar membatik di Rumah Batik Palbatu, Jakarta, Jumat (2/10/2015). UNESCO telah menetapkan tgl 2 Oktober sebagai hari batik, dimana batik diakui sebagai warisan budaya dunia bukan benda yang berasal dari Indonesia. Para peserta belajar membatik dari mulai mendesain, mencanting, mewarnai hingga proses penjemuran yang terus dilakukan berulang kali agar menjadi kain yang memiliki ciri khas luar biasa. Rachman Haryanto/detikcom
Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik? (Foto: Rachman Haryanto )
Jakarta -

Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Namun tahukah kamu apa sih arti kata batik itu?

Traveler pasti sudah tidak asing dengan kain batik. Salah satu kain khas Indonesia ini kerap dikenakan pada acara-acara tertentu. Model dan motifnya juga beragam dan berkembang seiring perkembangan zaman.

Sering mengenakan batik, banyak orang belum mengetahui arti kata 'batik'. Kata batik berasal dari bahasa Jawa yang sebenarnya merupakan gabungan dari dua kata yakni 'amba' yang berarti lebar atau luas dan 'tik' atau 'nitik' yang berarti titik. Dengan demikian batik berarti menulis pada kain yang lebar.

Jika kita melihat proses pembuatan batik, pembatik akan menggunakan canting yang ujungnya kecil untuk menulis titik-titik pada batik yang nantinya membentuk pola tertentu. Canting sendiri berisi cairan lilin yang panas.

Meskipun kata batik berasal dari bahasa Jawa, awal mula ditemukannya batik masih belum jelas sampai sekarang. Batik diyakini tidak murni muncul di Jawa, melainkan mendapat pengaruh dari bangsa asing.

Warga berbondong-bondong belajar membatik di Rumah Batik Palbatu, Jakarta, Jumat (2/10/2015). UNESCO telah menetapkan tgl 2 Oktober sebagai hari batik, dimana batik diakui sebagai warisan budaya dunia bukan benda yang berasal dari Indonesia. Para peserta belajar membatik dari mulai mendesain, mencanting, mewarnai hingga proses penjemuran yang terus dilakukan berulang kali agar menjadi kain yang memiliki ciri khas luar biasa. Rachman Haryanto/detikcomKegiatan mencanting. Foto: Rachman Haryanto

Dijelaskan G.P Rouffer, teknik membatik kemungkinan berasal dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7. Sementara itu pada tahun 1677 terdapat catatan sejarah yang mengatakan terjadi ekspor kain sutera dari China ke Jawa, Sumatera, Persia, dan Hindustan.

Uniknya, pada tahun 1516 dan 1518 diketahui terjadi ekspor kain dari Jawa ke Malabar. Kain yang dimaksud adalah batik tulis.

Mulanya batik memang hanya dikenakan di lingkungan kerajaan. Batik sendiri diperkirakan sudah ada sejak zaman Majapahit sampai kemudian dikembangkan pada masa Kerajaan Mataram.

Kain yang mulanya eksklusif untuk keluarga raja itu dapat dikenal masyarakat sebab pembatik kerajaan yang seringkali membawa pekerjaan mereka pulang ke rumah. Pada akhirnya batik itu pun mulai ditiru dan dikenakan masyarakat, seperti saat peringatan Hari Batik Nasional hari ini.

Batik tulis Lasem, Rembang merupakan perpaduan dua budaya yakni China dan Jawa.Kegiatan membatik di Lasem. Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Batik kian mendunia ketika pada era Presiden Soeharto, ia kerap memberikan batik kepada tamu-tamu negara. Ia juga mengenakan batik di acara internasional, termasuk konferensi PBB.

Batik pun makin populer sampai akhirnya pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam sidang di Abu Dhabi. UNESCO menyebut batik sebagai teknik menghias yang mengandung nilai, makna, dan simbol budaya. Setelah penetapan itu, Hari Batik Nasional rutin diperingati dengan berbagai cara, salah satunya mengenakan batik di sekolah dan perkantoran.

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA