Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Okt 2020 09:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ilmuwan Ini Menangi Penghargaan Nobel Karena Bikin Aligator Berteriak

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Aligator dalam kotak helium
Aligator di kotak helium (Foto: CNN)
Jakarta -

Sekelompok ilmuwan memasukkan aligator ke dalam kotak berisi helium. Oleh karenanya, predator itu pun bisa berteriak dan peneliti memenangkan hadiah Nobel Ig.

Diberitakan CNN, Nobel Ig merupakan sebuah penghargaan bergengsi untuk memperingati eksperimen dunia sains yang lebih ortodoks, lama atau fundamentalis.

Kelompok tersebut, yang dipimpin oleh para peneliti dari Austria dan Jepang, mencoba untuk mengetahui apakah komunikasi vokal aligator berhubungan dengan ukuran tubuh mereka. Tetapi, bukan metode atau hipotesis mereka yang menarik perhatian panitia penghargaan.

Eksperimen lain, menemukan bahwa narsisis dapat dikenali dari alis mereka. Ini juga mendapat penghormatan.

Nobel perdamaian atau Peace Prize diberikan kepada pemerintah India dan Pakistan. Karena, meminta diplomat mereka diam-diam membunyikan bel pintu satu sama lain di tengah malam, dan kemudian melarikan diri sebelum ada yang punya kesempatan untuk membukakan pintu, mengacu pada sebuah insiden yang dilaporkan terjadi pada dua tahun lalu.

Nobel Ig telah diselenggarakan dan diberikan sejak 1991 untuk memparodikan Nobel Prizes yang lebih terkenal dan terbaik. Upacara tahun ini berlangsung pada hari Kamis dan disiarkan lewat web akibat adanya pandemi.

Penghargaan untuk bidang ekonomi diberikan kepada tim ahli internasional karena mencoba mengukur hubungan antara ketidaksetaraan pendapatan nasional berbagai negara dan jumlah rata-rata ciuman mulut ke mulut.

Sementara itu, peneliti Amerika Richard Vetter memenangkan hadiah entomologi karena mengumpulkan bukti bahwa banyak ahli entomologi (ilmuwan yang mempelajari serangga) takut pada laba-laba, yang bukan serangga.

Dan tim Belanda-Belgia memenangkan penghargaan kedokteran karena mendiagnosis kondisi medis yang sudah lama tidak dikenal, yakni Misophonia. Adalah kesusahan saat mendengar orang lain mengeluarkan suara mengunyah.

"Ig Nobel Prizes memberi penghargaan pada pencapaian yang membuat orang tertawa, lalu berpikir," tulis penyelenggara penghargaan di situs mereka.

Presiden AS, Donald Trump, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dan pemimpin Brasil, Jair Bolsonaro, memenangkan penghargaan pendidikan medis bersama dengan beberapa pemimpin dunia lainnya.

Alasannya, mereka menggunakan pandemi untuk mengajarkan pada dunia bahwa politisi dapat memiliki efek langsung pada hidup dan mati daripada yang bisa dilakukan para ilmuwan dan dokter.

Seremoni Nobel Ig diadakan pada hari Kamis menandai edisi ke-30 penghargaan. Biasanya penghargaan ini diadakan di Universitas Harvard.

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA