Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Okt 2020 10:31 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Sosialisasi Panduan CHSE untuk Pelaku Usaha Selam

Angel Rawis
detikTravel
Pantai di Manado.
Foto: (ela_herdiani/d'Traveler)
Manado -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baperakraf) menyosialisasikan pelaksanaan panduan penerapan protokol kesehatan Cleanliness, Healty, Safety, and nd Environmental Sustainability (CHSE), di Novotel Manado, Jumat (02/10/2020).

Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan Industri Kreatif, Ricky Yoseph Pesik, menjelaskan untuk mengaktifkan kembali sektor pariwisata dan meningkatkan kepercayaan pengunjung perlu adanya persiapan penerapan protokol kesehatan yang baik dari pelaku usaha.

Termasuk, usaha wisata selam. Apalagi, Manado merupakan primadona turis untuk berwisata selam.

"Untuk itu, Kemenparekraf/Baperakraf berinisiatif menyusun panduan protokol kesehatan berbasis CHSE di Masing-masing bidang pariwisata termasuk usaha wisata selam. Hal tersebut dilakukan mengingat protokol kesehatan berbasis CHSE memiliki peranan penting untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata terutama di bidang wisata minat khusus bisa kembali lagi," kata Ricky Pesik.

Menurut Risky Pesik, penetapan protokol kesehatan berbasis CHSE merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru.

"Dengan meningkatnya kepercayaan wisatawan, maka sektor pariwisata bidang wisata minat khusus bisa bangkit lagi," ujarnya.

Sementara, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Farianna Prabandari, mengatakan, setelah 5 bulan ditutup akibat pandemi COVID-19 taman nasional bunaken tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Awal bulan September 2020 Taman Nasional Bunaken kembali dibuka dan tetap mengutamakan dan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan menerapkan 3M yaitu, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker," kata Fariana.

"Selain itu, kami juga membatasi jumlah pengunjung agar tidak terjadi kerumunan yang bisa memicu penyebaran COVID-19," Farianna menjelaskan.

Dalam kegiatan ini, Risky Pesik berharap bisa menjadi acuan oleh industri wisata selam dalam menyelenggarakan usaha wisata selam yang sesuai dengan protokol kesehatan berbasis CHSE. "Sekali lagi yang terpenting dari semuanya dibutuhkan kedisiplinan dari para pelaku usaha wisata selam dan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan," kata dia.



Simak Video "Kemenparekraf Sebut Sulsel Punya Potensi Pariwisata yang Kuat"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA