Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Okt 2020 18:15 WIB

TRAVEL NEWS

Minta Bantuan, Karyawan Hotel Garden Palace Tak Digaji Sejak April

Faiq Azmi
detikTravel
Hotel di Surabaya yang karyawannya minta bantuan sembako.
Hotel Garden Palace Surabaya (Faiq Azmi/detikTravel)
Surabaya -

Puluhan karyawan Hotel Garden Palace Surabaya mengaku di-PHK secara sepihak oleh perusahaan. Mereka kini meminta kejelasan kepada pihak hotel dan juga berharap belas kasih dari pengunjung hotel juga donatur.

Saat detikTravel mendatangi Hotel Garden Palace tepatnya di bagian pintu masuk Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Minggu (4/10/2020), tampak tenda-tenda yang didirikan oleh para pekerja yang di-PHK hotel tersebut. Bahkan mayoritas, mereka adalah karyawan permanen.

Ada 5 tenda yang didirikan di lahan parkir tersebut. Awalnya ada lebih dari 100 karyawan yang di-PHK secara sepihak saat pandemi COVID-19.

Mereka dulunya memasang berbagai poster dan spanduk. Namun, beberapa di antara mereka memilih ikhlas tidak dibayar. Kini tersisa 61 karyawan yang menunggu kejelasan nasib mereka dengan mendirikan tenda-tenda tersebut.

Arif Harianto, salah satu karyawan yang menetap di tenda tersebut mengatakan pihak hotel tidak memberi kejelasan gaji pada mereka sejak bulan Maret 2020. Dirinya bersama 60 karyawan lain memajang poster dengan tulisan 'Menerima bantuan sembako dll. Karyawan terdampak' yang sempat viral di Twitter.

"Kita terpaksa memasang spanduk dan poster itu. Karena hotel tidak memberi kejelasan. Gaji dari April sampai sekarang belum terbayarkan. Maret saja baru terbayarkan tanggal 1 Oktober kemarin. Untuk bertahan, kadang kita diberi sumbangan oleh pengunjung hotel. Ada juga donatur dari gereja," terangnya.

Hotel Garden Palace di Surabaya yang karyawannya belum digaj sejak April.Spanduk di Hotel Garden Palace Surabaya yang karyawannya belum digaji sejak April (Faiq Azmi/detikTravel)

Dirinya semata-mata bertahan di tempat tersebut demi meminta kejelasan gajinya. Arif mengaku sejak April tiba-tiba dirumahkan dan tidak lama dirinya di-PHK sepihak tanpa pesangon. Padahal dirinya sudah bekerja 21 tahun dengan status karyawan permanen.

"Saya sudah kerja 21 tahun sebagai housekeeping laundry dan karyawan permanen. Tiba-tiba di-PHK. Tidak ada pesangon, THR juga sampai sekarang. Selama April tiba-tiba di-PHK sepihak saya selalu di sini tiap hari. Awalnya dulu di lobi hotel, lalu kita izin kepolisian dan diizinkan mendirikan tenda di parkiran ini sampai Desember 2020. Jadi hitungannya kita meminta gaji kita dari April sampai Oktober ini juga THR dan pesangon," bebernya.

Hotel Garden Palace di Surabaya yang karyawannya belum digaj sejak April.Tak sedikit yang bertahan di tenda (Faiq Azmi/detikTravel)

Tidak banyak bantuan yang diterima Arif dan 60 karyawan yang stay di tenda. Terkadang, mereka harus merogoh kocek dari kantong pribadi masing-masing semata-mata demi upah mereka agar segera dibayarkan oleh pihak perusahaan.

"Kita cuma meminta itu saja. Hak kita. Bantuan juga gak banyak. Kita pakai uang pribadi biasanya. Harapan kita segera ada kejelasan. Toh hotel ini masih beroperasi dan ramai, kenapa gak bisa bayar kita?," tegasnya.

Misnu, salah satu karyawan lain yang juga di-PHK sepihak menilai manajemen hotel tidak punya itikad baik. Bahkan ia menyebut manajemen hotel buruk yang membuat banyak karyawan terkatung-katung.

"Ya manajemen sini yang buruk. Dulu masih bagus. Saya 24 tahun kerja di sini, karyawan permanen. Setelah manajemen ini, gaji sering telat. Sekarang malah gak dibayar. Kita bertahan di sini. Berharap ada pengunjung hotel dan dermawan memberi bantuan," pungkasnya.

detikTravel pun masih berusaha mengontak pemilik atau pengelola Hotel Garden Palace Surabaya untuk meminta konfirmasi terkait kejelasan nasib karyawannya tersebut.



Simak Video "Daftar 27 Hotel di Jakarta Untuk Isolasi Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA