Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Okt 2020 19:12 WIB

TRAVEL NEWS

Sempat Mati Suri, Wisata Danau Toba Mulai Bergairah Lagi

Putu Intan
detikTravel
Danau Toba
Ilustrasi Danau Toba (Kemenparekraf)
Jakarta -

Setelah penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB), pariwisata Danau Toba mulai membaik. Buktinya, jumlah kunjungan wisatawan yang kian meningkat.

Data itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Pemasaran Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba, Wahyu Tito, dalam Webinar Pariwisata Nasional Dalam Masa Pandemi, Rabu (7/10/2020).

"Di sini kami sampaikan data terkait okupansi hotel di bulan Maret-Mei memang turun drastis. Adaptasi kebiasaan baru ada kenaikan cukup signifikan. Di weekend mencapai 100 persen, di weekdays sekitar 50 persen. Juni sudah mulai naik, di akhir September sudah mulai normal," kata Wahyu.

Angka okupansi itu diambil dari kunjungan tamu di tiga hotel populer di Toba, yakni Niagara Parapat, Inna Parapat dan Atsari Hotel. Selain itu, jumlah tamu yang menyeberang ke Samosir dengan kapal juga kian meningkat.

"Kita pantau jumlah penumpang dan kendaraan yang naik kapal roro. Okupansi penyeberangan cukup tinggi, 100 persen jadi sudah mulai normal di Agustus-September ini," ujarnya.

Tak hanya jumlah okupansi hotel hingga penumpang kapal yang kian membaik, Jumlah penumpang pesawat yang terbang ke Bandara Silangit dari bulan Juni ke September juga alami kenaikan.

"Pergerakan penumpang Citilink naik cukup signifikan dibandingkan Maret yang tidak ada maskapai beroperasi di Silangit," dia menjelaskan.

Sejak masuk masa AKB di bulan Juni kemarin, tingkat kunjungan wisatawan ke Danau Toba kian membaik seiring dengan jumlah penumpang maskapai Citilink yang menunjukkan kenaikan rata-rata 30 persen setiap bulannya.

Wahyu serta segenap Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba kian rutin melakukan sosialisasi terkait protokol Clean, Health, Safety Environment (CHSE)

"Langkah-langkah yang akan dilakukan terutama bersinergi dengan Kemenparekraf untuk menyiapkan destinasi dengan tatanan kebiasaan baru, menyusun protokol CHSE, simulasi penerapan CHSE, sosialisasi dan publikasi sudah kita mulai dari Juni-Juli, lalu uji coba destinasi. Simalungun untuk adaptasi kebiasaan baru sudah di bulan Juni," ujar Wahyu.

Terkait COVID-19, pihak badan otoritas dan Pemkab setempat terus gencar menekan jumlah kasus positif. Per 5 September lalu, kasus positif di Danau Toba tercatat sebanyak 780 kasus. Di mana 397 orang (50,8%) di antaranya telah dinyatakan sembuh.

"Untuk data COVID di Sumut dan kabupaten cukup tinggi, khususnya di sekitar Danau Toba. Sekitar 600 orang meninggal, namun kita berupaya menekan ini," ujar Wahyu.



Simak Video "Daftar 27 Hotel di Jakarta Untuk Isolasi Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA