Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Okt 2020 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Kenal Batik Lebih Dalam? Kunjungi 5 Museum Batik Ini

Faidah Umu Sofuroh
detikTravel
Ilustrasi membatik
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Batik tak hanya selembar kain yang biasa digunakan untuk membuat baju atau kebaya. Lebih dari itu, batik merupakan identitas bangsa serta warisan budaya yang hanya ada #DiIndonesiaAja dan hingga saat ini masih lestari bahkan semakin berkembang.

Batik juga makin dikenal di kancah dunia. Apalagi setelah UNESCO mengakui batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 silam. Nah, untuk mengenal lebih dalam tentang batik, kamu bisa berkunjung ke 5 museum batik berikut ini.

Museum Nasional Jakarta

Museum batik di IndonesiaMuseum Nasional Jakarta Foto: dok. Kemenparekraf

Berangkat dari Ibu Kota Indonesia, Jakarta memiliki Museum Nasional Indonesia yang menyimpan ragam koleksi batik di dalamnya. Di museum ini, kamu bukan hanya melihat batik betawi tapi kamu juga bisa melihat berbagai jenis motif batik dari seluruh penjuru negeri.

Tak hanya itu, museum yang terletak di Jakarta Pusat ini juga menyimpan cerita sejarah tentang perjalanan batik di Indonesia, lho. Penasaran dengan alat-alat membuat batik? Museum Nasional juga memperlihatkan berbagai peralatan yang digunakan dalam membatik seperti, malam (lilin), canting, kain celup maupun kain ikat.

Bagi kamu yang mau berkunjung ke Museum Nasional di masa pandemi ini, museum ini dibuka setiap Selasa - Jumat pukul 09.00 - 15.00 WIB. Namun, tetap patuhi protokol kesehatan di destinasi wisata seperti mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan untuk kunjungan rombongan sekolah di masa pandemi, Museum Nasional membuka layanan tour virtual.

Omah Lowo Solo

Omah Lowo SoloOmah Lowo Solo Foto: dok. detikcom

Galeri batik ini awalnya merupakan bangunan yang menyeramkan karena mangkrak selama puluhan tahun. Namun sejak 2016, kepemilikan Omah Lowo beralih ke tangan almarhum Handianto Tjokrosaputro, pemilik salah perusahaan penghasil batik ternama di Indonesia. Sejak saat itu, pihaknya berencana merestorasi bangunan hingga menjadi rumah heritage.

Tak ada perubahan bentuk bangunan, hanya saja bangunan dicat ulang sehingga menjadi terlihat segar. Beberapa sudut juga dihias dengan ornamen keramik. Bangunan di dekat pintu masuk difungsikan sebagai kafe. Kemudian bangunan lainnya digunakan sebagai galeri batik, kerajinan tangan, dan ruang manajemen.

Pada 2 Oktober 2020 lalu, bertepatan dengan Hari Batik Nasional, rumah heritage ini dibuka secara resmi. Jadi penasaran ya, motif batik dan kerajinan apa saja si yang ada di Omah Lowo ini?

Bagi yang mau berkunjung, Omah Lowo buka setiap hari dari pukul 09.00 - 21.00 WIB. Eits, tapi pengunjung atau wisatawan tetap diimbau untuk patuhi protokol kesehatan di destinasi wisata seperti mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak, ya.

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

Museum batik di IndonesiaMuseum Ullen Sentalu Yogyakarta Foto: dok. Kemenparekraf

Ingin melihat batik kuno berumur ratusan tahun? Museum Ullen Sentalu jawabannya. Di Museum ini ada berbagai macam koleksi batik khas Yogyakarta dari yang modern hingga yang berumur ratusan tahun. Koleksi batik di Ullen Sentalu ini terletak di Ruang Batik Vorstendlanden dan Ruang Batik Pesisiran.

Di ruangan yang pertama, terdapat koleksi batik dari era Sultan Hamengkubuwono VII hingga Sultan Hamengkubuwono VIII. Di ruang batik yang kedua, terdapat koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an. Tak hanya melihat koleksi batik, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar membatik di museum yang berada di daerah Sleman ini.

Membatik di Ullen Sentalu dengan udara yang sejuk dan suasana sekitar yang masih asri juga akan menjadi pengalaman berbeda bagi para wisatawan. Museum Ullen Sentalu ini memang menjadi museum yang dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dalam negeri. Sebab, selain batik ada banyak sejarah Jawa yang terpatri di dalamnya.

Di masa adaptasi kebiasaan baru di Yogyakarta, bagi para pengunjung yang datang ke Museum Ullen Sentalu diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata seperti mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak. Selain itu, pengelola museum juga menerapkan sistem tur baru, yaitu tur yang dipandu audio guide yang sudah melalui proses disinfeksi sehingga pengunjung dapat menjelajah museum dengan nyaman.

Museum Batik Danar Hadi Solo

Museum batik di IndonesiaMuseum Batik Danar Hadi Solo Foto: dok. Kemenparekraf

Beranjak dari Yogyakarta, di Surakarta atau Solo juga ada Museum Batik Danar Hadi. Museum ini memiliki pelataran yang sangat artistik memadukan desain kolonial dan modern. Setidaknya ada sekitar 10.000 lembar kain batik yang masing-masing memiliki keunikan dan ceritanya tersendiri.

Selain motif batik Solo, di Museum Danar Hadi juga menampilkan motif batik dari Yogyakarta. Ada pula batik-batik yang dibuat di masa penjajahan Belanda dulu. Batik-batik itu dibuat sekitar tahun 1840 sampai 1910. Tak hanya melihat pesona batik-batik Jawa, di sini pengunjung juga bisa belajar membatik melalui paket wisata lokakarya. Menarik bukan?

Di masa pandemi, Museum Batik Danar Hadi menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata dengan ketat. Setiap pengunjung yang datang akan dicek suhu tubuhnya. Selain itu, pembatasan pengunjung juga diberlakukan yaitu 10 pengunjung sekali masuk dengan satu pemandu.

Selain itu, pengunjung maupun pengelola juga wajib mengenakan masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan menggunakan sabun maupun hand sanitizer.

Museum Seni Neka Ubud Bali

Museum batik di IndonesiaMuseum batik di Indonesia Foto: dok. Kemenparekraf

Tak hanya Jawa, Bali juga memiliki museum seni yang menyimpan koleksi batik khas Pulau Dewata. Ragam motif batik Bali terkenal dengan latar alam dan abstraknya, seperti motif sekar jagad Bali, teratai banji, dan juga motif poleng biru.

Museum ini didirikan oleh Suteja Neka pada 1982. Selain batik ada juga koleksi seni bertaraf internasional, lho. Pengunjung juga tak hanya bisa melihat-lihat koleksi batik dan kesenian, tapi juga bisa mengikuti kelas membatik yang diselenggarakan setiap hari di museum ini.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, pengelola Museum Seni Neka rutin melakukan disinfeksi di area museum. Selain itu, pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan serta hand sanitizer di beberapa tempat agar pengunjung bisa mencuci tangan mereka secara rutin.

Pengunjung juga selalu diminta untuk melakukan physical distancing sebagai salah satu upaya meminimalisir risiko penularan virus. Jadi, bagi kamu yang akan berkunjung ke museum ini selalu patuhi protokol kesehatan di destinasi wisata yang berlaku, ya.

Itu dia 5 museum dan galeri batik yang bisa kamu kunjungi hanya #DiIndonesiaAja. Buat kamu yang ngaku cinta budaya dan batik Indonesia, kamu bisa mengikuti kontes #BatikItuAsyik melalui media sosial Instagram @pesonaid_travel dan TikTok @indonesia.travel.

Adapun periode kontes ini berlangsung mulai dari 2 Oktober - 16 Oktober 2020. Untuk informasi lebih lengkap terkait syarat dan ketentuan pendaftaran kontes bisa dilihat di sini.



Simak Video "Cara Desainer Bikin Batik Dicintai Pasar Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA