Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 13 Okt 2020 19:24 WIB

TRAVEL NEWS

Ingin Cari Batik Khas Indonesia? Coba Kunjungi 5 Tempat Ini

Nurcholis Maarif
detikTravel
Contoh Batik Nusantara: Cirebon, Yogyakarta, Solo, Banyuwangi
Foto: shutterstock
Jakarta -

Batik merupakan warisan budaya dan identitas bangsa yang sampai saat ini melekat di hati masyarakat Indonesia. Buktinya, baju batik masih selalu digunakan menjadi pakaian resmi dalam berbagai acara yang digelar masyarakat, dari acara adat, perkampungan, hingga kenegaraan.

Identitas ini juga yang membuat batik Indonesia dikenal dunia. Seperti diketahui, batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009 silam. Alhasil, batik tak hanya dikenal oleh masyarakatnya sendiri, tetapi juga masyarakat dunia.

Banyak kok wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung atau berwisata #DiIndonesiaAja membeli batik sebagai buah tangan untuk dibawa ke negaranya masing-masing. Bahkan ada juga yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari kerajinan batik Indonesia.

Di Indonesia, ada berbagai jenis batik yang biasanya diklasifikasikan berdasarkan teknik, teknologi, motif, dan pengaruh budaya di daerah terkait. Untuk mengetahui lebih dalam tentang batik khas Indonesia, kamu bisa mendatangi 5 tempat berikut yang terkenal dengan kerajinan batiknya.

Cirebon

Contoh Batik Nusantara: Cirebon, Yogyakarta, Solo, BanyuwangiBatik dengan motif Megamendung dari Cirebon Foto: shutterstock

Cirebon merupakan sentra batik tertua yang punya pengaruh besar terhadap ragam pola batik di Jawa Barat. Motif batik Cirebon yang paling terkenal ialah Megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan.

Sejarah motif Megamendung tidak terlepas dari akulturasi budaya bangsa Tiongkok saat datang ke Cirebon dan penyebaran agama Islam di era Sunan Gunung Djati. Jenis batik ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus dengan proses pewarnaan yang dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali.

Di Cirebon, ada pusat grosir batik dengan jejeran butik-butik batik yang sederhana hingga yang mewah, yaitu di Kampung Batik Trusmi. Di Kampung ini juga ada Workshop Batik Gunung Jati yang konon menjadi salah satu produsen batik tertua di Desa Trusmi.

Alhasil pengunjung tidak hanya dapat membeli batik saja di sini, tetapi juga dapat disuguhan proses pembuatannya sendiri. Sempat tutup akibat pandemi COVID-19, Kampung Batik Trusmi disebut sudah dibuka kembali dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain Kampung Batik Trusmi, pengunjung juga bisa memburu batik maupun oleh-oleh lain khas 'Kota Udang' atau 'Kota Wali' ini di beberapa pasar tradisionalnya, seperti Pasar Kanoman dan Pasar Pagi.

Yogyakarta

Contoh Batik Nusantara: Cirebon, Yogyakarta, Solo, BanyuwangiBatik Yogyakarta cenderung mengarah ke warna tanah (Foto: Shutterstock) Foto: shutterstock

Dikenal sebagai pusat kebudayaan dan budaya Jawa, masyarakat Yogyakarta dikenal sangat menjaga tradisi dan warisan leluhur, termasuk dalam hal batik. Batik Yogyakarta merupakan salah satu yang terkenal dari varian batik Jawa.

Warna batik Yogyakarta cenderung mengarah ke warna-warna tanah karena tidak lepas dari pengaruh geografis dan kondisi alam serta kehidupan masyarakat Yogyakarta yang selalu berhubungan dengan tanah dan pertanian.

Batik gaya Yogyakarta, punya dua gaya utama yaitu geometris dan nongeometris dan setiap warna dalam batik Yogyakarta memiliki makna simbolis. Satu hal yang masih menjadi kekhasan batik di Yogyakarta, yaitu adanya batik larangan atau aturan motif batik yang hanya boleh digunakan sultan dan keluarganya.

Di Yogyakarta, ada Sentra Batik Tulis Giriloyo yang hampir 90 persen penduduknya merupakan pengrajin batik. Jika pengunjung datang ke sini, sempatkan belajar membatik dengan suasana dusun yang masih asri dan tenang karena berada di bawah kaki perbukitan Imogiri.

Selain itu, pastikan juga untuk datang ke Museum Ullen Sentalu. Sebab di museum ini terdapat berbagai macam koleksi batik khas Yogyakarta dari yang modern hingga yang berumur ratusan tahun.

Di museum ini, ada juga koleksi batik sultan-sultan Yogyakarta hingga koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an. Pengunjung juga berkesempatan untuk membatik di museum yang ada di daerah sleman ini.

Saat ini, pengunjung yang datang ke Museum Ullen Sentalu diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan karena pandemi COVID-19. Selain itu, pengelola museum juga menerapkan sistem tur baru, yaitu tur yang dipandu audio guide yang sudah melalui proses disinfeksi sehingga pengunjung dapat menjelajah museum dengan nyaman.

Saat berada di Yogyakarta, kamu juga bisa berburu batik di banyak tempat seperti di pasar Beringharjo. Bisa juga langsung ke berbagai toko dan gerai batik, dari yang mewah sampai yang terjangkau, yang ada di sepanjang jalan Malioboro maupun di banyak tempat lain di Yogyakarta.

Solo

Contoh Batik Nusantara: Cirebon, Yogyakarta, Solo, BanyuwangiPekerja sedang mengecek batik yang dijemur di Kampung Batik Laweyan Solo (Foto: Kemenparekraf)

Kampung Laweyan dan Kauman merupakan dua kampung batik yang wajib dikunjungi jika ingin mengetahui batik Solo, yang merupakan jenis batik Jawa yang sangat dikenal selain Batik Yogyakarta dan batik Pekalongan.

Kampung Batik Kauman di Solo merupakan pusat batik tertua di Solo sementara Kampung Laweyan adalah ikon batik Solo sejak abad ke-19. Di Kampung Batik Kauman, pengunjung bisa belajar tiga jenis batik khasnya, yaitu batik klasik dengan motif pakem (tulis), batik cap, dan kombinasi keduanya.

Adapun Kampung Batik Laweyan yang luasnya 24,83 hektare ini sudah mematenkan 250 motif batik. Berbeda dengan Batik Kauman yang lebih banyak berwarna gelap dan motif klasik, Batik Laweyan lebih menawarkan warna yang lebih terang.

Kampung Batik Laweyan juga menawarkan paket wisata workshop membatik, bahkan ada paket singkat. Cukup 2 jam dan pengunjung bisa membawa pulang hasil karyanya. Namun, ada juga paket pelatihan intensif bagi yang ingin mendalami.

Selain dua kampung batik tersebut, kamu juga bisa mengunjungi banyak tempat di Solo jika ingin mendapatkan dan mengetahui lebih banyak batik Indonesia, mulai dari Pasar Klewer, Museum Batik Danar Hadi Solo, Pusat Grosir Solo, hingga Beteng Trade Center (BTC).

Banyuwangi

Batik BanyuwangiBeberapa motif batik yang diproduksi UMKM Banyuwangi (Foto: detikcom) Foto: detikcom

Batik dengan motif Gajah Oling merupakan motif paling tua di Banyuwangi dan masih sering digunakan oleh pemerintah setempat dalam acara resmi. Secara harfiah, Gajah artinya besar atau yang maha besar, sedangkan Oling berarti eling atau ingat. Sehingga Gajah Oling seperti mengajak kita untuk selalu mengingat kepada yang maha besar, kepada tuhan.

Ciri motif batik Gajah Oling berbentuk tanda tanya yang secara filosofis merupakan bentuk belalai gajah sekaligus bentuk uling (semacam belut). Gajah Oling merupakan satu dari 22 motif batik khas Banyuwangi yang tersimpan di Museum Budaya Banyuwangi.

Jika kamu ingin menemukan batik khas Banyuwangi atau melihat pembuatannya, salah satu tempat yang direkomendasikan ialah Rumah Batik Pringgokusumo di Desa Labanase, Kecamatan Kabat. Ada juga sentra batik lain di Banyuwangi, seperti yang ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah; dan Sayu Wiwit, Sritanjung, serta Srikandi yang ada di Kecamatan Banyuwangi.

Setiap sentra batik memiliki tersebut ciri khas masing-masing dan yang paling mencolok misalnya Sayu Wiwit dan Virdes. Sayu Wiwit tetap mempertahankan motif batik Banyuwangi secara konvensional, sedangkan Virdes mengembangkan batik dengan memadukan pakem dan permintaan konsumen.

Pengunjung bisa juga pergi ke Sekar Jagad Blambangan, galeri batik yang baru berdiri di jantung kota yang disebut 'the sunrise of java' ini. Di sini pengunjung bisa membeli batik karya 18 perancang batik yang ada di Banyuwangi. Namun, di masa pandemi ini, pengunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bali

Batik Bali memiliki motif yang terinspirasi dari alam dan budaya Bali serta pengaruh dari luar yang divisualisasikan sebagai motif naturalis, dekoratif, dan abstrak. Faktor tradisi, seniman yang kuat hingga industri pariwisata membuat dinamika kreativitas masyarakatnya cukup tinggi, termasuk dalam pengembangan kerajinan membatik.

Beberapa motif batik Bali yang mengandung arti solidaritas akibat pengaruh tersebut ialah, motif Sekar Jagad Bali, motif Teratai Banji, dan motif Poleng Biru. Di Pulau Dewata ini, wisatawan bisa belajar membatik, misalnya di Desa Budaya Tohpati.

Batik di desa ini masih mempertahankan ciri tradisional yang menampilkan gambar rusa, naga, kura-kura atau burung. Namun, belakangan motif yang berkembang ialah motif dekorasi atau pemandangan yang dipadukan dengan warna cerah.

Di Bali, ada juga Museum Seni Neka Ubud Bali yang memamerkan berbagai jenis batik dan kesenian Bali. Museum berstandar internasional ini juga biasanya menggelar kelas membatik setiap hari. Kini tempat ini menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di antara pengunjung.

Kamu juga bisa berburu batik di Galuh Art Shop, Batik Galuh Bali, The Keranjang hingga berbagai toko lainnya. Tak lupa pasar tradisional seperti Pasar Sukawati juga bisa dikunjungi untuk mendapat batik Bali maupun oleh-oleh khas Bali lainnya.

Itu dia 5 tempat atau daerah yang bisa kamu kunjungi hanya #DiIndonesiaAja buat tahu berbagai jenis batik khas Indonesia. Buat kamu yang ngaku cinta budaya dan batik Indonesia, kamu bisa mengikuti kontes #BatikItuAsyik melalui media sosial Instagram @pesonaid_travel dan TikTok @indonesia.travel.

Adapun periode kontes ini berlangsung mulai dari 2 Oktober - 16 Oktober 2020. Untuk informasi lebih lengkap terkait syarat dan ketentuan pendaftaran kontes bisa dilihat di sini.



Simak Video "Pamor Batik dan Identitas Indonesia yang Mendunia "
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA