Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Okt 2020 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Pemuda Belanda Bersihkan Sungai Tercemar Jakarta-KL

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Interceptors, kapal pemungut sampah plastik dari The Ocean Cleanup ciptaan Boyan Slat
Interceptors 001 di Jakarta (Foto: CNN)
Jakarta -

Patut ditiru. Seorang penemu Belanda ini membersihkan sungai-sungai paling tercemar sampah plastik di berbagai negara untuk menyelamatkan lautan.

Diberitakan CNN, Kamis (15/10/2020) penemu itu adalah Boyan Slat. Ia menjalankan misi untuk menghilangkan sampah plastik dari lautan.

Organisasinya, The Ocean Cleanup, berhasil membersihkan polutan yang mengambang dan beredar di Great Pacific Garbage Patch.

Tapi, di samping itu masih ada jutaan ton plastik masuk ke lautan setiap tahun. Hampir semuanya mengalir dari sungai.

Hanya ada 10 sungai yang paling berpolusi dan mengalirkan sekitar 90% dari sampah plastik itu. Data ini didasarkan pada sebuah studi tahun 2017 dari Helmholtz Center for Environmental Research.

"Jadi jika kami fokus pada sungai terburuk, kami yakin kami benar-benar dapat memiliki cara tercepat dan paling hemat biaya untuk menutup keran dan mencegah lebih banyak plastik mencapai lautan sejak awal," kata Boyan.

The Ocean Cleanup mengerahkan kapal otonom pengumpul sampah yang disebut Interceptors. Kapal bertenaga surya ini menggunakan arus sungai untuk mengarahkan sampah plastik ke sabuk konveyor yang akan mengambilnya secara otomatis.

Kapal otonom Interceptors 001 telah bekerja di Jakarta, Indonesia. Keberadaannya untuk menarik plastik dari saluran air yang ada di kawasan Cengkareng.

Interceptors, kapal pemungut sampah plastik dari The Ocean Cleanup ciptaan Boyan SlatInterceptors, kapal pemungut sampah plastik dari The Ocean Cleanup ciptaan Boyan Slat (Foto: CNN)

Interceptors 002 mengumpulkan sampah yang mengalir di sungai Klang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Interceptor di belahan dunia yang lain baru-baru ini mulai menghilangkan polusi sungai di dekat muara Rio Ozama, Republik Dominika. Catamaran pemungut sampah modern adalah pemandangan yang aneh namun menyenangkan bagi nelayan lokal berusia 73 tahun, Luis Peguero.

Luis Peguero telah memancing Rio Ozama selama lebih dari 20 tahun. Dia telah menyaksikan peningkatan polusi dan penurunan kehidupan laut.

"Karena sungai tercemar, ikan mati. Setiap tahun ikan semakin sedikit," jelas Peguero.

Interceptors, kapal pemungut sampah plastik dari The Ocean Cleanup ciptaan Boyan SlatKali Rio Ozama (Foto: CNN)

Ketika Peguero beruntung bisa menangkap ikan dalam jumlah yang banyak, itu mungkin tidak aman dimakan bagi keluarganya.

Pada bulan Agustus, Interceptor 004 menjatuhkan jangkar dan mulai mengumpulkan polusi sungai di Rio Ozama, Republik Dominika.

The Ocean Cleanup bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas lokal untuk membantu mengambil plastik yang dikumpulkan kapal otonom Interceptors.

"Dengan menghentikan plastik di sungai, kami berharap tidak hanya mengatasi masalah besar pencemaran plastik global, tetapi juga benar-benar membantu membuat hidup lebih baik bagi orang-orang yang tinggal di sekitar sungai bermasalah ini," kata Boyan.

Tujuan The Ocean Cleanup adalah mengatasi ribuan sungai paling tercemar sampah plastik dalam waktu 5 tahun. Boyan mengatakan bahwa Interceptors akan segera menuju ke Vietnam, Thailand, Jamaika dan Los Angeles.



Simak Video "Bulk Store, Toko Grosir yang Ramah Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA